5 Fakta Pembangunan Proyek LRT Jakarta

LRT atau Light Rail Transit merupakan sistem mass transit menggunakan kereta api ringan yang dapat menghubungkan Jakarta dengan kota di sekitarnya, seperti Bogor, Bekasi, Tangerang, dan Depok. LRT tergolong kereta ringan dan bisa mengangkut banyak orang sehingga cocok dioperasikan di kota.

Pembangunan LRT Jakarta

Berikut 5 fakta pembangunan proyek LRT Jakarta yang patut diketahui:

1. Berdasarkan Peraturan Presiden.

Pembangunan proyek LRT Jakarta ternyata didasarkan dari 2 buah Peraturan Presiden. Peraturan Presiden yang pertama adalah Perpres Nomor 98 Tahun 2015 tentang percepatan pembangunan Light Rail Transit (LRT) atau kereta api ringan yang terintegrasi dari Jakarta hingga ke wilayah sekitarnya yaitu Bogor, Bekasi dan Depok. Peraturan Presiden yang kedua adalah Perpres Nomor 99 Tahun 2015 tentang percepatan diselenggarakannya transportasi kereta api umum di Jakarta. Inti dari kedua Peraturan Presiden tersebut adalah tentang percepatan proyek pembangunan kereta api umum LRT yang dapat terintegrasi antara Jakarta, Depok, Bekasi, dan Bogor.

2. Bagian Program Transportasi Massal Terintegrasi

Transportasi massaldi Indonesia sangat tertinggal dibandingkan dengan negara lain. Oleh karena itu, pemerintah ingin mencanangkan proyek percepatan transportasi massal untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur transportasi. Pembangunan infrastruktur transportasi harus tertarget dengan jelas. Yang termasuk dalam program transportasi massal terintegrasi yaitu Light Rail Transport, Mass Rail Transport, kereta bandara, kereta cepat dan bus Trans Jakarta.

3. Proyek Konstruksi LRT Diharapkan Selesai Tahun 2018

Groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan LRT tahap I dilakukan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 9 September 2015. Direncanakan pembangunan tahap I dilakukan di Jakarta, Bekasi, Bogor dan Depok selesai pada tahun 2018.

Pembangunan tahap I dibagi menjadi 2 tahap yaitu tahap IA rute sepanjang 24,2 km yang meliputi daerah Cibubur, Cawang hingga Dukuh Atas dan tahap IB sepanjang 17,9 km yang meliputi daerah Bekasi Timur, Cawang hingga Dukuh Atas.

Pada pembangunan tahap II terdiri atas 3 rute layanan yaitu Palmerah - Grogol sepanjang 5,5 km, Cibubur - Bogor sepanjang 30,5 km dan Dukuh Atas - Palmerah - Senayan sepanjang 5,5 km. Sehingga total pembangunan LRT tahap II sepanjang 41,5 km.

4. LRT Melayani 6 Rute Lintasan

Rute lintasan yang akan dilewati oleh proyek pembangunan LRT terdiri dari 6 rute. Rute lintasan ini sesuai dengan Perpres Nomor 98 Tahun 2015. Rute lintasan tersebut ialah:

  • rute lintasan 1 Cawang - Cibubur, dengan 5 stasiun
  • rute lintasan 2 Cawang - Kuningan - Dukuh Atas, dengan 5 stasiun
  • rute lintasan 3 Cawang - Bekasi Timur, dengan 8 stasiun
  • rute lintasan 4 Dukuh Atas - Palmerah - Senayan, dengan 5 stasiun
  • rute lintasan 5 Cibubur - Bogor, dengan 5 stasiun
  • rute lintasan 6 Palmerah - Bogor, dengan 5 stasiun

5. LRT dapat Mengangkut Hingga 24.000 Orang

Setelah proyek konstruksi selesai, 6 kereta dengan kapasitas angkut 24.000 penumpang per jam akan beroperasi dengan kecepatan sekitar 60-80 km per jam. Untuk menggerakkan LRT dibutuhkan daya listrik sebesar 1.500 volt.

Setelah proyek pembangunan LRT telah selesai dan dioperasikan diharapkan dapat mengurangi kemacetan lalu lintas. Demikian ulasan 5 fakta pembangunan proyek LRT Jakarta.

Diperbarui: 2016-10-01 Dilihat: 1709

Comment