Apakah Markas Avengers Benar-Benar Ada?

Avengers merupakan kumpulan karakter superhero ciptaan Marvel Comics yang dibuat dalam beberapa seri film yang berhubungan dengan film superhero Marvel lainnya. Kesuksesan film-film besutan Marvel ternyata berdampak pada perekonomian negara-negara yang menjadi lokasi syuting, khususnya dari sisi pariwisata.

Dimanakah Lokasi Syuting Film Avengers?

Pemilihan tempat-tempat tersebut tentunya melalui berbagai pertimbangan, baik dari sisi teknis maupun non-teknis. Yang menarik justru ternyata bangunan-bangunan ikonik dalam film-film Marvel justru terinspirasi dari bangunan yang sudah ada.

Waverley Railway Station, Edinburgh, Skotlandia

Scarlet Witch dan Vision sedang melawan anak buah Thanos
Sumber: dailyrecord.co.uk

Salah satu lokasi syuting film terbaru Marvel Studios, Avengers: Infinity War, merupakan tempat yang paling sering digunakan sebagai lokasi syuting film-film Hollywood. Dalam film Avengers 4 ini, Waverley Railway Station di Edinburgh dipilih sebagai lokasi pertempuran antara Scarlet Witch dan Vision dengan anak buah Thanos.

Waverley Railway Station, Edinburgh, Skotlandia
Sumber: movie-locations.com

Adegan pertarungan ini merupakan adegan yang cukup penting, sehingga Waverley Railway Station cukup lama terlihat di dalam film. Stasiun tersibuk kedua di Skotlandia ini merupakan stasiun bergaya arsitektur khas Eropa yang sudah direnovasi, seperti penggunaan rangka baja dan pembangunan eskalator untuk kemudahan akses.

Leipzig/ Halle Airport, Jerman

Anda ingat dengan adegan Tim Captain Amerika bertarung dengan Tim Iron Man dalam film Captain America: Civil War? Dengan latar bandara, adegan ini sangat ikonik dan banyak muncul di media sosial. Salah satu bandara kargo terbesar di Jerman ini menjadi lokasi syuting, bahkan tim produksi menyewa satu terminal.

Pertempuran Tim Captain America vs Tim Iron Man
Sumber: marvelcinematicuniverse.wikia.com

Penggunaan bandara sebagai lokasi syuting karena berkaitan dengan adegan membutuhkan tempat yang luas, sekaligus cuaca di Jerman dianggap lebih stabil dibandingkan di Atlanta, Amerika. Proses syuting berlangsung di dalam dan di luar bandara selama kurang lebih 2 minggu.

Apakah Markas Avengers Benar-Benar Ada?

Ada satu lagi bangunan yang sangat ikonik dalam film-film Marvel yaitu Markas Avengers atau dikenal sebagai Avengers Headquarters. Markas Avengers sendiri sudah beberapa kali mengalami perubahan, dari mulai Avengers Mansion di New York milik Tony Stark, sampai berubah menjadi Avengers Headquarters.

Fasilitas Baru Avengers
Sumber: retrozap.com

Avengers Headquarters muncul dalam beberapa film Marvel diantaranya: Avenger: Age of Ultron, Ant-Man, Captain America: Civil War, dan Spider-Man: Homecoming. Menjadi tempat berkumpulnya para anggota Avengers, maka tak heran jika Avengers Headquarters menjadi bangunan sentral dalam film Avengers. Tapi apakah markas utama para superhero Marvel ini benar-benar ada?

Menjawab rasa penasaran tentang ada atau tidaknya Markas Avengers, Fobuma menemukan beberapa fakta menarik yang wajib disimak!

Porsche Training Center, Atlanta

Menjadi landmark dalam setiap film Avengers, ternyata Markas Avengers terinspirasi dari fasad Porsche Training Center, Atlanta. Bangunan perusahaan otomotif asal Jerman ini didesain dengan inspirasi aerodinamis mobil balap yang memberi kesan kuat pada pembeli potensial.

Markas Avengers yang terinsipirasi dari fasad Gedung Porsche Training Center
Sumber: retrozap.com

Porsche Training Center juga memiliki fasad kaca yang besar untuk memaksimalkan pencahayaan alami untuk kantor-kantor di dalamnya. Dinding interior didesain untuk menahan suara bising dari mobil yang sedang diuji pada trek khusus di halaman bangunan ini.

Gedung Porsche Training Center, Atlanta, USA
Sumber:newsroom.porsche.com

Rasio pencahayaan bangunan pada barat dan timur lebih sedikit dibandingkan dengan sisi utara dan selatan untuk memaksimalkan pencahayaan kantor pegawai, namun tetap meminimalisir cahaya berlebih dan panas matahari.



Trek khusus dan interior gedung Porsche Training Center
Sumber: archdaily.com

Porcshe Training Center merupakan bangunan showroom dan dealer mobil Porsche cabang Amerika Utara yang berlokasi di Atlanta. Disini para calon pembeli dapat mencoba langsung mobil- mobil yang berada di showroom karena tersedia trek di halaman bangunan.

Gedung Porsche Training Center tidak digunakan sebagai lokasi syuting film Avengers, namun fasad gedung dimasukkan ke dalam film dan digunakan sebagai Markas Avengers. Selain sebagai markas, gedung ini juga digunakan untuk menyimpan barang-barang Stark Industries.

Sainsbury Centre of Visual Art, UEA, Norwich


Scene dalam film Avengers: Age of Ultron yang berlokasi di ruang bawah tanah Museum Sainsbury
Sumber: futurerulerofmidgard.com
Fasilitas Baru Avengers
Sumber: futurerulerofmidgard.com

Anda ingat adegan saat Peter Parker diajak oleh Tony Stark ke fasilitas baru Avengers untuk mengadakan konferensi pers perkenalan Spider-Man sebagai anggota baru Avengers dalam film Spider-Man: Homecoming?

Atau adegan saat Thor, Captain America, dan Tony Stark sedang berbincang bersama di dalam bangunan kaca di film Avengers: Age of Ultron? Ternyata syuting adegan-adegan tersebut dilakukan di The Sainsbury Centre of Visual Art, University of East Anglea, Norwich, Inggris.

The Sainsbury Centre of Visual Art merupakan museum koleksi seni karya arsitek Norman Foster yang mulai dibuka untuk umum pada tahun 1978. Bangunan utama terletak di tanah yang miring dan berumput, dengan konstruksi terbuat dari kaca dan kerangka baja. [1]

The Sainsbury Centre of Visual Art, UEA, Norwich, Inggris
Sumber: flickr.com

The Sainsbury Centre of Visual Art dikenal sebagai gedung pameran dan pendidikan modern yang paling terkenal dan dikagumi, baik di tingkat nasional maupun internasional. [3] Inovasi teknologi dan teknik yang digunakan dalam proses kontruksinya membuat gedung ini dinobatkan sebagai salah satu banguan paling inovatif dengan gaya industrial Hi-Tech di Inggris. [2]

Saat pertama kali masuk ke dalam museum, Anda akan merasa berada di suatu ruangan yang luas tanpa sekat, dengan jendela tinggi memenuhi fasad museum dan dilengkapi jalusi yang berfungsi mengontrol cahaya yang masuk ke dalam ruangan.

Desain bangunan yang fleksibel (in-built flexibility) dapat mengakomodir perubahan kebutuhan penggunaan, sehingga memungkinkan untuk perluasan bangunan. Penggunaan konstruksi modular dengan rangka space frame dan cladding aluminium menyesuaikan intensi awal agar bangunan dapat dipakai secara berkelanjutan.

Ketika museum membutuhkan lebih banyak ruang untuk mengakomodasi karya-karya seni baru, pihak pengelola dapat memperpanjang bangunan dengan menambahkan struktur-struktur prefabrikasi tersebut.

The Sainsbury Centre of Visual Art, UEA, Norwich, Inggris
Sumber: flickr.com

Pada akhir tahun 1980-an, Foster melihat potensi dari kontur tanah yang miring dapat dimanfaatkan sebagai ruang bawah tanah. Dibangun lah sebuah ruang bawah tanah dengan fasad kaca yang memberi kesan bangunan muncul dari bawah tanah dan melengkung seperti bulan sabit.

Di dalam film, The Sainsbury Centre of Visual Art diceritakan sebagai hasil renovasi gudang tua milik Stark Industries yang dahulu digunakan untuk menyimpan peralatan Stark Industries dan berfungsi sebagai hanggar pesawat Quintjet milik Avengers.

Sempat muncul dalam film Avengers: Age of Ultron, Markas Avengers ini kemudian digunakan untuk pembentukan tim baru, sekaligus sebagai kediaman utama Tony Stark setelah menjual Avengers Tower di New York pasca perang para superhero dalam film Captain America: Civil War. [4]

Pengaruh Arsitektur terhadap Penentuan Lokasi Syuting Film Avengers

Kenapa Markas Avengers selalu identik dengan Stark Industries?

Jika dilihat dari latar belakang perusahaan keluarga Stark, Stark Industries merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dalam industri metal untuk bidang pertahanan.

Salah satu karya terbaik dari perusahaan ini adalah armor (baju besi) Iron Man, yang telah mengalami perubahan hasil modifikasi Tony Stark dan dirancang sesuai dengan kebutuhannya.

Tidak heran jika kantor atau kediaman Stark sering dijadikan sebagai tempat berkumpul para superhero karena fasilitas yang lengkap, menunjang kebutuhan para anggota Avengers yang memerlukan persenjataan berteknologi canggih.

Kenapa Gedung Porsche Training Center menjadi Inspirasi Markas Avengers?

Di film-film Marvel, manusia super tetap memerlukan perlengkapan berteknologi canggih yang disediakan oleh Stark Industries. Sama halnya dengan Stark Industries yang menguasai pengolahan metal, Porsche merupakan perusahaan yang mengolah metal menjadi mobil sport.

Pabrik mobil Porsche di Leipzig, Jerman
Sumber: porsche-leipzig.com

Baik dari eksterior, interior, hingga mesin diproduksi oleh Porsche hingga menghasilkan mobil dengan desain dan pengerjaan berkualitas tinggi. Produk yang dihasilkan mempengaruhi desain bangunan Porsche Training Center yang berkesan modern dan aerodinamis.

Dari kesamaan dalam pengolahan metal ini lah, Fobuma melihat hubungan antara Stark Industries dan Porsche. Maka ini dapat menjadi salah satu alasan kenapa fasad gedung Porsche dipakai menjadi fasad Markas Avengers.

Kenapa The Sainsbury Centre of Visual Art dipilih sebagai lokasi syuting Markas Avengers?

Jika Gedung Porsche Training Center hanya dijadikan sebagai inspirasi Markas Avengers, berbeda halnya dengan The Sainsbury Centre of Visual Art, dimana para pemain benar-benar syuting di lokasi.

Proses Konstruksi The Sainsbury Centre of Visual Art
Sumber: fosterandpartners.com

Desain Museum Sainsbury yang memanjang, menggunakan konstruksi modular dengan rangka space frame baja dan cladding aluminium, juga panel kaca setinggi 7,3 meter di sebagian sisinya membuat gedung ini terlihat seperti hanggar pesawat dengan nuansa aerospace pada bangunan.

Berbeda dengan hanggar pesawat pada umumnya, arsitektur Sainsbury memberikan nuansa arsitektur hi-tech, dengan desain yang bersih dan elegan kepada hanggar Stark Industries. Semakin bertambah eksklusif karena lokasinya dikelilingi pepohonan rindang dan rerumputan yang menambah kesan Markas Avengers tersembunyi dan jauh dari keramaian.

Penggunaan Metal Cladding dan Ceiling pada Bangunan Memberi Kesan Futuristik

Metal sering diasosiasikan dengan arsitektur masa depan, karena pengolahannya yang lebih sulit secara industrial hingga menghasilkan permukaan yang rata, namun dengan kilap tersendiri.

Berfungsi sebagai pelapis bangunan yang menawarkan kemudahan pemasangan modular dan minim perawatan (maintenance), membuat metal cladding dan ceiling menjadi produk yang menghemat waktu di lapangan karena proses pemasangan yang mudah, sehingga dapat digunakan secara masal.

Penggunaan bahan metal sebagai pelapis bangunan juga memiliki beberapa nilai lebih, diantaranya: tahan terhadap perubahan suhu atau cuaca, tidak terbakar, ringan, dan ramah lingkungan. [5]

Metal Cladding dan Metal Ceiling Panellux
Sumber: fobuma.com

Fobuma menyediakan metal cladding dan ceiling terbaik dari Panellux yang bisa Anda gunakan.

Produksi panel di dalam pabrik sesuai ukuran yang dibutuhkan, menghasilkan produk yang lebih berkualitas karena dibantu dengan metode produksi yang khusus dan lingkungan pabrik yang lebih terkendali, juga terlindung dari cuaca.

Panellux metal cladding dapat diaplikasikan pada cladding interior maupun eksterior, seperti lobi, showroom, apartemen, perkantoran, pabrik, dan lainnya. Bukan hanya mempercantik bangunan, namun juga mampu melindungi struktur bangunan dari cuaca dan penggunaan sehari-hari.

Penggunaan Panellux metal ceiling tidak hanya membuat ruangan dan bangunan Anda tampil seperti Markas Avengers, namun dapat menghemat biaya perawatan karena anti rayap, anti karat, dan tahan lama.

Referensi:

1. https://en.wikipedia.org/wiki/Sainsbury_Centre_for_Visual_Arts
2. https://www.architectsjournal.co.uk/download?ac=1315500
3. https://www.fosterandpartners.com/projects/sainsbury-centre-for-visual-arts/
4. https://marvelcinematicuniverse.fandom.com/wiki/Avengers_Tower
5. https://www.gilcrestmanufacturing.com/news/technical-news/advantages-metal-cladding-panels/
Diperbarui: 2019-02-26 Dilihat: 1102

Comment