Belanja Produk Arsitektur, Interior Bangunan! Diskon ongkir Voucher Rp 50 rb pembeli baru Poin beli online
  • Diperbarui: 19-05-2021

Proyek pembangunan adalah hal penting untuk memenuhi fasilitas dan kebutuhan setiap orang. Namun perkembangan serba cepat, menjadikan kita lupa betapa besar dampak yang dihadapi lingkungan disekitarnya.

Material Bahan Bangunan Berpotensi Berdampak Buruk Bagi Lingkungan

Dalam proses membuat suatu bangunan, tentu digunakan material bahan bangunan yang tak sedikit.

Mulai dari pekerjaan pondasi, struktur, hingga finishing memakai banyak sekali material bahan bangunan konstruksi.

Namun sayangnya ada material bahan bangunan yang sejak proses pembentukannya hingga barang jadi memberikan dampak negatif terhadap lingkungan dan manusia.

Hal ini perlu mendapat perhatian yang serius agar tidak terjadi kerusakan dan kerugian lingkungan yang semakin buruk.

Material Bahan Bangunan dengan Jejak Karbon Besar

Jejak karbon atau “carbon footprint” adalah suatu ukuran jumlah emisi karbon yang dihasilkan secara langsung maupun tidak langsung dari berbagai aktivitas manusia pada kurun waktu tertentu.

Salah satu emisi itu berupa gas karbondioksida (CO2) yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil minyak bumi, gas alam, dan batu bara.

Semakin tingginya jejak karbon dicurigai dapat memberikan dampak yang negatif bagi kehidupan di bumi, diantaranya perubahan cuaca ekstrim, bencana alam, berkurangnya sumber air bersih, kekeringan, berubahnya produksi rantai makanan, dan kerusakan alam lainnya. 1

Jejak karbon dapat semakin meningkat akibat penggunaan barang-barang konsumsi, termasuk ketika menggunakan material bahan bangunan konstruksi.

Hal ini karena setiap bahan bangunan melibatkan aktivitas manusia yang menghasilan jejak karbon.

Aktivitas itu mulai dari pengambilan bahan baku, proses pengolahan, produksi, distribusi penyaluran, hingga barang jadi, dan akhirnya barang tidak terpakai lagi atau menjadi limbah (waste).

Pada tahun 2016, produksi semen menghasilkan sekitar 2,2 miliar ton CO2 setara 8% dari total emisi karbon dioksida (CO2) dunia. 2

Jejak karbon yang dihasilkan semen dimulai saat penambangan batu kapur dengan alat-alat berat, peleburan bahan baku, pembakaran bahan dengan suhu tinggi, hingga penghalusan semen.

Material Bahan Bangunan yang Tak Terbarukan

Terdapat material bahan bangunan yang bahan bakunya berasal dari alam bebas hasil penambangan logam dan mineral.

Bahan tambang itu lama kelamaan dapat menjadi langka dan habis ketersediaannya.

Bahan tambang tersebut tergolong tidak dapat diperbaharui atau sulit diperbarui karena tidak mungkin dibuat kembali atau kalaupun bisa, membutuhkan waktu yang sangat lama (non-renewable material).

Material bangunan yang berasal dari bahan tambang diantaranya semen yang berasal dari batu kapur, besi kontruksi dari bahan baku bijih besi, aspal dari minyak bumi, aluminium, gypsum, dan sebagainya. 3

Material Bahan Bangunan Ramah Lingkungan untuk Konstruksi Ramah Lingkungan

Untuk mengantisipasi dampak buruk material bahan bangunan yang dapat mengancam kelestarian lingkungan, dewasa ini dikembangkan sejumlah inovasi material bahan bangunan yang lebih ramah lingkungan.

Material ramah lingkungan tersebut berkontribusi mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan.

Prinsip pembangunan ini menggunakan produk material ramah lingkungan yang rendah karbon, efisiensi dalam pemakaian energi & sumber daya, serta pengolahan limbah konstruksi secara baik. 4

Beberapa inovasi bahan bangunan material ramah lingkungan dalam rangka menciptakan konstruksi ramah lingkungan diantaranya sebagai berikut.

Material Bahan Bangunan Rendah Jejak Karbon

Ada bahan bangunan yang sedikit menghasilkan zat karbon. Ini karena dalam proses produksinya tidak terdapat proses pembakaran dengan bahan bakar fosil.

Contoh material yang termasuk kategori ini misalnya kayu dan bambu.

Bangunan Struktur Bambu

Kayu yang pada awalnya berasal dari pohon, ternyata juga dapat menyerap karbon dioksida secara siginifikan. Satu pohon dapat menyerap satu ton karbon dioksida.

Karena jejak karbon material kayu yang rendah, tak heran jika kayu menjadi material konstruksi ramah lingkungan.

Beberapa produk kayu dapat diproses menjadi lebih kuat dan awet dengan standar yang baik sehingga dapat digunakan untuk konstruksi skala besar. 5

Bahan bangunan rendah jejak karbon juga bisa didapat dengan cara menggunakan bahan bangunan lokal setempat yang dekat dengan lokasi proyek konstruksi.

Ini dapat memperpendek jarak angkut transportasi material sehingga dapat mengurangi penggunaan bahan bakar dan akhirnya mengurangi emisi karbon dioksida yang dihasilkan.

Oleh karena itu, sebisa mungkin gunakan material bahan bangunan yang tidak diimpor dari luar kota apalagi luar negeri.

Material Bahan Bangunan yang Dapat Didaur Ulang

Untuk mewujudkan bangunan yang ramah lingkungan, digunakan material bekas pakai atau disebut juga material daur ulang.

Terdapat dua tipe material bekas pakai, yaitu reuse (murni bekas pakai) dan recycle (olahan bekas pakai).

Reuse berarti menggunakan kembali bahan bangunan bekas sebagai material untuk mendirikan bangunan baru.

Sumber dari material bekas itu biasanya berasal dari gedung yang sudah habis usianya atau gedung yang sengaja dibongkar.

Biasanya bahan bangunan reuse tidak memerlukan pemolesan yang rumit agar dapat digunakan kembali. Akan tetapi, perlu dipastikan material tersebut masih cukup kuat dan bagus.

Contoh bahan bangunan yang bisa dilakukan reuse ialah besi dari bongkaran struktur bangunan, kayu untuk atap, kusen, kaca jendela, genteng, dinding partisi, plafon, dan sebagainya.

Sementara itu, recycle berarti bahan bangunan bekas diolah melalui proses tertentu hingga menjadi material daur ulang siap pakai.

Contohnya ialah logam hasil daur ulang (besi, baja, aluminium), keramik, batu bata, aspal, kayu yang diolah menjadi plywood, beton daur ulang, dan sebagainya.

Logam memang tergolong material tak terbarukan, tetapi dapat didaur ulang.

Sebagai contoh baja konstruksi yang sudah tak terpakai, dapat dilebur dan dicetak kembali menjadi baja yang baru.

Selama logam tersebut bukan termasuk logam campuran yang kompleks atau campuran bahan tertentu seperti manganese aluminum alloy yang tidak dapat diolah ulang.

Bangunan Struktur Baja

Baik material reuse maupun recycle merupakan bahan bekas pakai yang dimanfaatkan ulang, bukan dari bahan mentah sehingga meminimalisir eksploitasi sumber daya alam.

Energi untuk produksi material pun dapat dihemat sehingga mengurangi emisi jejak karbon. 6

Material Bahan Bangunan Modular / Prafabrikasi

Material prafabrikasi adalah bahan bangunan yang proses produksinya dilakukan di pabrik atau workshop menggunakan peralatan / mesin yang presisi sesuai dengan desain kebutuhan.

Material prafabrikasi biasanya dibuat dalam bentuk bagian-bagian komponen (modular) yang kemudian dirakit membentuk struktur bangunan.

Dengan sistem prafabrikasi ini, penggunaan material bahan bangunan dapat dilakukan secara efisien. Material tidak banyak yang terbuang sehingga limbah / sampah konstruksi lebih sedikit.

Hal ini dapat mengurangi pencemaran lingkungan. Konsumsi energi dan jejak karbon pun menjadi lebih rendah.

Contoh material prafabrikasi yaitu beton precast sebagai dinding luar, panel gipsum untuk dinding dalam, baja ringan, plafon aluminium, dan sebagainya. 7

Bangunan dengan Plafon Metal

Kurangi Polusi, Hemat SDA, dan Kendalikan Limbah Konstruksi

Pertumbuhan pembangunan konstruksi dari hari ke hari harus diimbangi dengan perkembangan teknologi konstruksi ramah lingungan untuk kepedulian dan kelestarian lingkungan hidup.

Untuk mendukung pembangunan konstruksi ramah lingkungan serta berkelanjutan, perlu digunakan material bahan bangunan ramah lingkungan.

Pemilihan jenis material bahan bangunan akan mempengaruhi jejak karbon, keberlanjutan sumber daya alam, dan pengendalian limbah konstruksi.

Berbagai bahan bangunan ramah lingkungan untuk menjaga kelestarian lingkungan dapat digunakan mulai dari material rendah jejak karbon, material lokal, material bekas pakai, material daur ulang, hingga material prafabrikasi.

Referensi

https://zerowaste.id/knowledge/apa-itu-jejak-karbon/

https://www.bbc.com/indonesia/majalah-46591036

https://utira-ibek.ac.id/sumber-daya-alam/

https://media.neliti.com/media/publications/108257-ID-none.pdf

https://www.archdaily.com/933459/the-carbon-cost-of-key-raw-materials-in-architecture

https://www.sejasa.com/blog/bahan-bangunan-bekas-pakai/

https://bangunanhijau.com/gb/new-building2-0-green-building/mrc-nb/

    DMCA.com Protection Status

    Comment