Cara Sederhana Menanam Cabai dengan Mudah

Tanaman cabai memang banyak mencuri hati masyarakat khususnya masyarakat Indonesia. Hampir setiap orang suka makan dengan cabai, entah itu cabai segar atau yang sudah diolah menjadi sambal.

Menjelang hari-hari besar seperti lebaran, permintaan pasar akan cabai pun pasti melonjak dan membuat harga cabai melambung tinggi. Karena itulah meskipun harganya fluktuatif, masih banyak petani yang tetap menanam cabai.

Cabai memang merupakan salah satu tanaman yang cukup menjanjikan keuntungan besar apabila dibudidayakan dengan baik. Menanam cabai sebenarnya bisa dilakukan sendiri dengan cara yang sederhana dan mudah. Anda hanya perlu memperhatikan beberapa hal penting seputar tanaman ini dan bagaimana cara untuk merawatnya.

Cara mudah menanam cabai di rumah bisa dilakukan dengan menggunakan pot atau polybag. Berikut beberapa hal penting yang perlu Anda perhatikan seputar bagaimana cara mudah dalam menanam cabai:

1. Iklim

Tanaman cabai di musim panas
  • Cabai merupakan jenis tanaman tangguh yang dapat bertahan baik di saat cuaca dingin maupun panas (16℃ - 32℃)
  • Tanaman cabai memerlukan sinar matahari yang cukup (10-12 jam) khususnya saat memasuki masa pembungaan
  • Saat musim hujan, tanaman cabai tidak perlu disiram karena sudah cukup dengan mengandalkan air hujan saja

2. Pemilihan Benih Cabai

Ketika menanam cabai pastikan benih yang akan Anda gunakan dalam kondisi baik dan sehat. Anda bisa memilih bebas berbagai varietas cabai, mulai dari hibrida hingga lokal. Keduanya tidak mempunyai perbedaan yang berarti. Hanya, cabai varietas lokal lebih adaptif terhadap kondisi lingkungan dibanding cabai hibrida. Namun produktivitas cabai lokal masih kalah dari jenis hibrida.

Benih cabai

3. Penyemaian Benih Cabai

Penyemaian benih dalam menanam cabai berguna untuk memisahkan benih yang cacat atau berpenyakit. Proses ini juga berguna untuk menunggu kesiapan bibit sampai cukup tahan untuk ditanam di tempat yang lebih besar.

Saat menanam cabai, Anda juga membutuhkan wadah untuk proses persemaian. Anda bisa menggunakan polybag yang berukuran kecil, karung goni, baki, atau media petakan tanah. Caranya, campurkan kompos dengan tanah lalu aduk hingga rata. Pastikan butiran tanah sehalus mungkin agar perakaranya bisa menembus dengan sempurna dan baik. Jika menggunakan petakan tanah, buat ketebalan petakan tersebut sekitar 5-10 cm, kemudian buat deretan dengan jarak masing-masing 10 cm.

Masukkan benih cabai ke dalam wadah tanam, kemudian siram dan tutup dengan abu ataupun tanah. Setelah itu tutup lagi dengan karung goni basah selama 3-4 hari. Karung goni bisa dibuka setelah bibit muncul dari permukaan tanah. Setelah 3-4 minggu, tanaman cabai siap dipindahkan ke polybag besar.

4. Penyiapan Media Tanam Cabai

Memasuki masa penanaman, pilih polybag besar dengan ukuran diatas 30 cm agar media tanam cukup kuat menopang pertumbuhan tanaman cabai. Selain polybag, Anda juga bisa menggunakan pot dari jenis plastik, tanah, keramik ataupun wadah-wadah yang sudah tidak terpakai lagi. Lubangi bagian dasar wadah sebagai saluran drainase, serta lapisi bagian dalam polybag dengan serabut kelapa, pecahan genteng, atau pecahan styrofoam agar air tidak menggenangi daerah perakaran tanaman

Sebagai komposisi campuran dalam menanam cabai, Anda bisa mencoba beberapa pilihan berikut :

  1. Campuran tanah dan kompos (komposisi 2:1)
  2. Campuran tanah dan pupuk kandang (komposisi 2:1), atau
  3. Campuran tanah, pupuk kandang, dan arang sekam (komposisi 1:1:1)

Tambahkan juga sekitar 3 sendok pupuk NPK dalam setiap polybag dan aduk campuran tersebut hingga benar-benar rata. Pindahkan bibit tanaman cabai dari tempat persemaian ke dalam polybag baru dengan hati-hati. Lakukan pemindahan ini saat pagi atau sore hari, untuk menghindari stres pada tanaman.

5. Perawatan Tanaman Cabai

Tanaman cabai rawit

Dalam perawatannya, di cuaca normal tanaman cabai hanya perlu disiram sekurang-kurangnya 3 hari sekali. Sebaliknya, apabila matahari sedang bersinar terik ataupun memasuki musim kemarau, tanaman cabai perlu untuk disiram setiap hari. Lakukan juga pemeriksaan rutin pada tanaman cabai baru selama 2 minggu, jika ada tanaman cabai yang rusak segera ganti dengan bibit yang baru.

Tidak hanya itu, tanaman cabai juga membutuhkan penopang, untuk itu tancapkan tongkat bambu dengan jarak minimal 4 cm dengan tanaman cabai pada setiap polybag. Tongkat ini berguna untuk menopang tanaman cabai agar tumbuh dengan tegak.

Hama yang biasa menyerang tanaman cabai adalah ulat, tungau merah, kutu daun, dan kutu gurem. Bila tanaman terkena hama tersebut, segera potong bagian yang terserang hama, namun apabila sudah terlihat parah sebaiknya tanaman cabai tersebut segera dicabut dan dibakar agar tidak menular ke tanaman lainnya. Sementara, penggunaan pestisida sebaiknya digunakan apabila tanaman sedang terserang hama atau sakit saja. Apabila cabai yang ditanam adalah jenis organik, sebaiknya gunakan pestisida alami.

6. Pemanenan Cabai

Panen cabai

Panen cabai merupakan tahap terakhir dari rangkaian menanam cabai. Tanaman cabai umumnya sudah bisa dipanen saat memasuki usia 2,5 bulan. Cabai terbaik dan yang siap panen adalah cabai yang sepenuhnya belum berwarna merah dan masih menyisakan sedikit warna hijau. Sementara waktu panen cabai yang tepat adalah saat pagi hari. Hindari waktu panen pada siang dan malam hari agar tanaman cabai tidak mengalami stres.
Selamat mencoba menanam cabai!


https://alamtani.com/cara-menanam-cabe/
http://belajarberkebun.com/cara-menanam-cabe-rawit-di-halaman-rumah.html
http://belajarberkebun.com/budidaya-cabe-merah-dalam-polybag.html
http://tanamanhiasdaun.com/cara-menanam-cabe-merah-di-kebun-kita/
Diperbarui: 2018-01-18 Dilihat: 1541

Comment