Kayu Pelembut Sinar Matahari di Brillhart Residence

Pasangan suami istri Jacob dan Melissa Brillhart adalah pemilik sekaligus arsitek dari rumah kayu Brillhart Residence. Rumah ini didesain dengan menggabungkan empat gaya arsitektur yaitu Back to The Basics Approach, Arsitektur Vernakular, Dogrot dan Arsitektur Modern Tropis.

fasad brillhart residence
Photo by Claudia Uribe, via claudiauribe.com

Konsep Bangunan

Lokasi

Rumah kayu Brillhart Residence yang terletak di Miami, Florida ini terangkat 1,5 m2 dari permukaan tanah dengan menggunakan balok beton pada bagian bawah bangunan sebagai penyangganya.

Ini dilakukan berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah Miami, Florida terhadap bangunan lokal untuk mengantisipasi apabila permukaan air laut naik.

Desain

konsep brillhart residence
Photo by Claudia Uribe, via claudiauribe.com

Rumah seluas 139,4 m2 ini menjadikan Back to The Basics Approach sebagai konsep dasar yang digunakan sebagai dasar dalam membuat desain rumah kayu Brillhart Residence.

Setiap keputusan desain berdasarkan empat pertanyaan utama yaitu apakah bertentangan dengan budaya yang ada untuk membuat sesuatu yang berbeda? Apa yang diperlukan? Bagaimana cara meminimalkan dampak terhadap lingkungan akibat proses pembangunan? Dan apa yang bisa dibangun?

Desain interior Dogtrot yang merupakan gaya arsitektur Amerika pada abad ke-19 sampai ke-21 menjadi gaya desain yang mendominasi desain Brillhart Residence. Hal ini terlihat dari bentuk rumah yang hanya terdiri dari satu lantai serta penataan ruangan rumah dengan memaksimalkan efisiensi, fungsional ruangan, energi dan penggunaan kayu sebagai bahan alami.

Bahan

Dibandingkan beton, penggunaan baja dan kaca dipilih sebagai salah satu material utamanya karena dinilai dapat menghemat biaya dan waktu sekaligus menyederhanakan proses pembangunan rumah kayu Brillhart Residence.

Selain itu, penggunaan kaca thermal dengan ketebalan 9/16" pada enam sisi bangunan sesuai dengan konsep arsitektur modern tropis yaitu mengurangi udara panas dengan cara membuat ruang bukaan yang cukup dan penggunaan material yang tahan panas.

konsep brillhart residence
Photo by Claudia Uribe, via brillhartarchitecture.com

Hampir semua ruangan pada rumah kayu Brillhart Residence menggunakan thermal kaca berukuran besar yang dapat dibuka dan berfungsi sebagai jalan masuk bagi cahaya matahari dan udara ke dalam ruangan rumah.

Kayu Sebagai Material Utama

Kayu menjadi material utama yang penggunaannya hampir bisa ditemui di setiap sudut ruangan.

Kayu Ipe menjadi material yang mendominasi eksterior bangunan. Kayu Ipe yang juga dikenal dengan Brazillian Walnut dipilih karena teksturnya yang keras serta memiliki daya tahan yang baik terhadap serangan rayap. Hal ini membuat kayu Ipe menjadi jenis kayu yang sesuai untuk digunakan pada rumah kayu Brillhart Residence.

Pintu

pintu brillhart residence
Photo by Claudia Uribe, via brillhartarchitecture.com

Lokasi rumah kayu Brillhart Residence yang letaknya berada di daerah beriklim tropis membuat ruang bukaan sebagai tempat keluar masuknya udara dan sinar matahari menjadi hal yang sangat penting.

Selain penggunaan thermal kaca berukuran besar, semua pintu pada rumah kayu Brillhart Residence memiliki desain garis-garis yang berfungsi untuk memberikan privasi sekaligus sebagai tempat keluar masuknya udara dan sinar matahari.

thermal kaca
Photo by Claudia Uribe, via claudiauribe.com

Tepat di belakang pintu kayu, terdapat jendela thermal kaca dengan ukuran masing-masing jendela 1,1 m2. Jendela ini bisa dibuka dengan cara digeser. Penggunaan jendela kaca untuk bagian eksterior bangunan untuk menghilangkan penghalang antara ruangan indoor dan outdoor.

Dapur

dapur brillhart residence
Photo by Claudia Uribe, via brillhartarchitecture.com

American Cherry Wood menjadi jenis kayu yang digunakan pada dapur untuk membuat lemari kitchen set. Untuk memberikan titik kontras visual pada dapur, bagian kayu yang digunakan sebagai tempat mencuci piring sengaja diwarnai dengan cat hitam.

Kamar Mandi

kamar mandi brillhart residence
Photo by Claudia Uribe, via dezeen.com

Untuk bagian kamar mandi, terdapat dua jenis kayu yang digunakan yaitu kayu Ipe dan American Cherry Wood. Kayu Ipe digunakan sebagai lantai kamar mandi sedangkan American Cherry Wood sebagai material untuk membuat lemari penyimpanan di kamar mandi.

Penggunaan ventilasi terutama untuk daerah beriklim tropis sebagai tempat keluar masuknya udara dan bukaan untuk sinar matahari menjadi hal yang tidak boleh dilupakan pada setiap desain bangunan. Kayu sebagai sunscreen tidak hanya berfungsi untuk melembutkan sinar matahari yang terlalu terik namun juga membuat penghuni bangunan merasakan kehangatan tekstur kayu.

Istilah


Prinsip Vernakular: Gaya arsitektur yang dirancang berdasarkan kebutuhan lokal, ketersediaan bahan konstruksi dan mencerminkan tradisi lokal.

Desain Interior Dogtrot: Gaya arsitektur Amerika abad ke-19 sampai 20. Pada dasarnya dogtrot adalah rumah satu lantai yang didominasi dengan penggunaan kayu sebagai material utama serta keberadaan lorong besar sebagai penghubung pusat rumah.

Konsep Arsitektur Modern Tropis: Mengurangi udara panas dengan membuat ruang bukaan yang cukup, penggunaan material yang tahan panas, memperkecil luas permukaan bangunan yang menghadap ke arah mata angin barat dan timur karena udara yang cenderung lebih panas.

R-Value: Dalam pembangunan dan konstruksi, R-Value menjadi ukuran seberapa baik suatu objek menolak aliran panas. R-Value digunakan untuk menggambarkan efektivitas insulasi dan analisis aliran panas pada sebuah bangunan (seperti dinding, atap dan jendela)

Kaca Thermal: Kekuatan kaca dalam menahan suhu dan panas yang berasal dari dalam maupun luar ruangan.


Diperbarui: 2018-09-21 Dilihat: 124

Comment