Markas Avenger di Papua adalah Museum Kapsul Waktu

Anda tentu tak asing dengan film Avengers, bukan? Film kumpulan superhero dari Marvel Comic yang memiliki banyak penggemar ini ternyata menggunakan bangunan-bangunan asli sebagai inspirasi bangunan dalam film, termasuk Markas Avengers.

Markas Avengers dalam Film

Markas Avengers, via: retrozap.com

Anda tentu tak asing dengan film Avengers, bukan? Film kumpulan superhero dari Marvel Comic yang memiliki banyak penggemar ini ternyata menggunakan bangunan-bangunan asli sebagai inspirasi bangunan dalam film, termasuk Markas Avengers.

Terinspirasi dari gedung Porsche Training Center di Atlanta, Amerika, Markas Avengers terbaru juga menggunakan bangunan asli untuk syuting film. Syuting dilakukan langsung di The Sainsbury Centre of Visual Art yang berlokasi di University of East Anglea, Norwich, Inggris.

Tak disangka, ternyata di indonesia juga terdapat bangunan yang mirip dengan Markas Avengers dalam film loh! Penasaran? Yuk simak ulasannya selengkapnya!


Papua Terpilih menjadi Lokasi Markas Avengers di Dunia Nyata

Ide Pembangunan Monumen Kapsul Waktu

Siapa sangka ide Kapsul Waktu Impian sudah mulai berjalan sejak tahun 2015. Berawal dari peluncuran Gerakan Nasional Ayo Kerja oleh pemerintah, para anak muda kreatif yang tergabung dalam Tim G70 memunculkan gagasan unik pertama sepanjang sejarah Indonesia bertajuk Ekspedisi Kapsul Waktu.

Ekspedisi ini bertujuan untuk mengumpulkan impian masyarakat dari 34 provinsi di Indonesia yang dimulai di titik paling barat Indonesia, di Kilometer Nol, Kota Sabang, Aceh. Ekspedisi Kapsul Waktu diresmikan saat perayaan HUT RI ke-70 pada tahun 2015 lalu.

Bukan sembarang museum, pemerintah ingin semua mimpi anak bangsa dari Sabang sampai Merauke tersimpan di dalam museum yang baru bisa dibuka pada tahun 2085. Museum Kapsul Waktu menjadi simbol mimpi dan harapan bangsa Indonesia untuk 70 tahun mendatang.


Papua Dipilih menjadi Lokasi Peletakan Kapsul Waktu

Proses kontruksi Monumen Kapsul Waktu Kementerian PUPR, via: pu.go.id

Kapsul berisi dokumen tertulis tentang mimpi bangsa Indonesia dikumpulkan melalui Ekspedisi Kapsul Waktu yang dimulai dari Sabang dan berakhir di Merauke selama 90 hari perjalanan. Sabang dan Merauke diibaratkan sebagai ujung pengikat persatuan bangsa.

Merauke sebagai ujung paling timur Indonesia merupakan lokasi yang paling sering terkena pancaran sinar matahari, sehingga dapat menggambarkan pembangunan Indonesia yang terus berkembang.

Lokasi monumen yang berada tepat di depan Kantor Bupati Merauke dan dekat dengan Bandara Mopah menjadi landmark baru di Kabupaten Merauke, diharapkan dapat mendongkrak pemasukan daerah dari sektor pariwisata.


Menyimpan Mimpi Bangsa Indonesa dari 34 Provinsi

Setelah berkeliling selama 90 hari, Ekspedisi Kapsul Waktu berhasil mengumpulkan 238 impian yang berasal dari masyarakat Indonesia di 34 provinsi. Ratusan mimpi itu kemudian akan dirangkum oleh Presiden dan diletakkan di dalam kapsul waktu.

Kapsul Waktu, via: merdeka.com

Presiden berharap Monumen Kapsul Waktu dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk tidak berhenti bermimpi dan tidak takut untuk bermimpi setinggi- tingginya demi bangsa yang sejahtera dan jaya, dengan cara terus bekerja keras dengan bergotong- royong untuk mencapainya.


Desain dan Arsitektur Monumen Kapsul Waktu

Dirancang oleh Yori Antar Anwar, Sang Pendekar Arsitektur Nusantara

Yori Antar Awal, via: whiteboardjournal.com

Yori Antar adalah putra dari arsitek ternama Indonesia, Han Awal, memiliki gaya arsitektur postmodernist, kompleks, dan detail. Seiring berjalannya waktu, Yori Antar tertarik untuk memperdalam arsitektur Indonesia dengan melakukan perjalanan mengelilingi Indonesia.

Salah satu karyanya yang cukup fenomenal dan berhasil menarik perhatian wisatawan mancanegara adalah Rumah Mbatu Niang di Wae Rebo. Yori berhasil merenovasi rumah adat yang tersisa dan membangunnya kembali seperti semula, tanpa mengubah desain aslinya.

Keinginannya untuk melestarikan warisan budaya lokal, bersamaan dengan memberdayakan masyarakatnya juga. Terhitung sudah hampir 15 desa adat di Indonesia yang berhasil Yori lestarikan, diantaranya desa adat Batak, Minang, Papua, Sumba, Kalimantan, dan Sulawesi.


Melalui 2 Tahap Pembangunan

Proses Pembangunan Monumen Kapsul Waktu, via: liputan6.com

Untuk pembangunan Monumen Kapsul Waktu, Pemerintah menunjuk PT Nindya Karya (Persero) sebagai kontraktor bersama dengan arsitek Yori Antar untuk mengelola tanah seluas 2,5 ha. Proses pembangunan dibagi menjadi 2 tahap, yang sudah mulai berjalan sejak tahun 2016 dengan total anggaran mencapai Rp 90 miliar.

Tahap I dilakukan pada tahun 2016 untuk membangun pondasi, dilanjutkan Tahap II pada Juli 2017 untuk penyelesaian proses pembangunan. Selama kurang lebih 2 tahun proses kontruksi berlangsung, akhirnya Monumen Kapsul Waktu diresmikan Presiden RI pada Jumat, 16 November 2018.


Terinspirasi dari Budaya Papua

Ada tiga sumber inspirasi desain yang digunakan Yori Antar dalam merancang Monumen Kapsul Waktu, yaitu Menara Perang Suku Dani, suku-suku asli Merauke, dan tanggal HUT RI. Dengan menerapkan arsitektur minimalis modern, Yori berusaha untuk tetap memasukan unsur-unsur budaya Papua dalam desainnya.

Desain monumen sudah mengalami tiga kali perubahan, mulai dari ide sawah terasering, bentuk kepulauan Indonesia dengan batas zona eksklusifnya, dan akhirnya fokus pada unsur-unsur pertahanan budaya Papua secara umum.

Berangkat dari gagasan utama tentang Mata Tombak, perisai, dan Menara Perang Suku Dani (Menara Kayou), maka Monumen Kapsul Waktu dibagi menjadi 2 bagian utama, yaitu Monumen Tombak dan Monumen Perisai.

Lima akses bangunan dari 5 suku asli Merauke, via: kumparan.com

Monumen Tombak dibangun setinggi 8 meter, lebar 17 meter, dan panjang 45 meter, menyesuaikan dengan hari lahir Republik Indonesia. Nantinya dinding-dinding bagian dalam monumen akan berisikan relief tentang Pancasila dan sejarah terbentuknya Indonesia.

Untuk menunjang tujuan Pemerintah yang ingin membuka kapsul waktu tepat 70 tahun mendatang, Yori menggunakan material full beton dengan cladding batu vulkanik agar bangunan dapat bertahan lama tapi tetap mendapat kesan arsitektur tropis lewat penggunaan batu vulkanik.

Di bagian bawah Monumen Tombak terdapat lima akses bagi pengunjung yang menggambarkan lima suku asli Merauke yaitu Malind, Muyu, Mandobo, Mappo, dan Auyu. Monumen menghadap ke arah barat supaya masyarakat dapat menikmati indahnya matahari terbenam dengan latar monumen tombak.


Pemandangan Monumen Kapsul Waktu di sore hari, via: casaindonesia.com

Sementara untuk bangunan yang melingkari Monumen Tombak berbentuk perisai terinspirasi dari Menara Kayou. Terbuat dari susunan baja setinggi 4 meter berbentuk Hollow profil-O sesuai dengan konsep tiang-tiang Menara Kayou.

Menara Monumen Kapsul Waktu vs Menara Perang Suku Dani via: indonesiakaya.com, itchcreature.com

Pemilihan material baja, selain daya tahan yang kuat terhadap berbagai kondisi cuaca, penggunaan baja juga bertujuan untuk memberi kesan kuat dalam melindungi dan menjaga kapsul waktu. Pada dinding bagian bawahnya nanti akan terdapat relief tentang prestasi bangsa indonesia dari tahun 1945 sampai 2085 saat kapsul dibuka.

Potensi Wisata Merauke di Masa Depan

Lokasi Monumen Kapsul Waktu yang berada dekat dengan Kantor Bupati Merauke dan Bandara Mopah membuka peluang untuk membuat monumen ini menjadi destinasi wisata baru di Merauke. Nantinya masyarakat yang berkunjung juga akan dimanjakan dengan alun-alun dan ruang terbuka hijau.

Monumen akan berada di area ruang terbuka hijau dan di antara monumen dengan kantor bupati akan dibangun alun-alun dan bangunan penunjang lainnya, seperti toilet, kantor pengelola, dan sebagainya.

Area alun-alun juga bisa digunakan sebagai tempat penyelenggaraan festival budaya, sehingga pembangunan Monumen Kapsul Waktu dapat berdampak positif bagi perekonomian lokal warga Merauke.


Monumen Kapsul Waktu Mirip Markas Avengers?

Monumen Kapsul Waktu tampak atas vs logo Avengers dalam film via: finance.detik.com, marvel-movies.fandom.com

Tak asing dengan logo Avengers? Berbentuk huruf A besar yang sangat ikonik dan digunakan pada Markas Avengers di dalam film. Ternyata jika Monumen Kapsul Waktu dilihat dari atas menggunakan drone atau melalui satelit, bentuknya mirip seperti logo Avengers.

Apakah desainnya terinspirasi dari film Avengers? Tentunya bukan. Yori Antar membantah jika desain bangunan terinspirasi dari Avengers. Penamaan Markas Avengers menjadi viral karena dihubungkan dengan pidato Presiden RI pada acara World Economic Forum di Vietnam, yang menyebut dirinya seorang Avengers.

Presiden berharap pembangunan Monumen Kapsul Waktu ini dapat menggugah semangat generasi muda Indonesia untuk terus bermimpi dan bekerja keras seperti semangat para Avengers.

Kini tak perlu jauh-jauh pergi ke Inggris atau Amerika untuk melihat langsung lokasi syuting Avengers, karena di Indonesia Anda bisa mengunjungi langsung Markas Avengers karya anak bangsa dengan nuansa budaya lokal.


Referensi:

1. https://www.liputan6.com/news/read/2400688/diletakkan-jokowi-di-merauke-apa-itu- kapsul-waktu
2. https://www.antaranews.com/berita/768968/presiden-sebut-monumen-kapsul-waktu- merauke-seperti-markas-avengers
3. https://www.whiteboardjournal.com/ideas/design/who-what-why-yori-antar/
4. https://fortuner.id/mengenal-yori-antar-arsitektur-yang-mendunia-dengan-karya-arsitek-indonesia-banget/
5. http://www.nindyakarya.co.id/?q=id/content/monumen-kapsul-waktu-mimpi-dan-harapan-untuk-indonesia
6. https://kumparan.com/@kumparantravel/makna-desain-monumen-kapsul-waktu-di-papua-yang-mirip-markas-avangers-1542713761199728640
7. http://www.itchcreature.com/2018/11/18/kawasan-monumen-kapsul-waktu-2018/
Diperbarui: 2019-03-05 Dilihat: 681

Comment