Membangun Walk-in Closet Seperti Milik Paris Hilton Ternyata Mudah

Cantik dan glamor adalah dua kata yang cocok menggambarkan sosok Paris Hilton. Namanya pasti sudah tak asing lagi di telinga. DJ sekaligus sosialita yang terkenal dengan gayanya yang glamor ini memiliki lemari yang bagaikan mimpi.

Dalam film ‘The Bling Ring’, dikisahkan bahwa lima anak SMA membobol masuk ke dalam rumahnya untuk mencuri barang-barang branded nya. Namun, saking banyaknya barang yang ia miliki, ia tak pernah menyadari bahwa barangnya telah dicuri. Padahal, kegiatan ini rutin dilakukan oleh lima anak SMA tersebut. Dia sendiri mengaku harus menghabiskan waktu satu jam untuk memilih pakaian yang ingin dikenakan, karena koleksinya sangat banyak. Dia bahkan memiliki tiga walk-in closet untuk menyimpan koleksi barang-barang branded nya.

Apa Itu Walk-In Closet?

walk in closet
Design: Jeff Andrews, Fotografer: Grey Crawford

Walk-in closet adalah ruangan untuk menyimpan baju, tas, sepatu, dan koleksi lainnya yang cukup luas untuk masuk ke dalamnya. Selain Paris Hilton, banyak selebriti lainnya yang memiliki lemari yang dikenal dengan istilah walk-in closet ini. Seleb Instagram sekaligus pebisnis muda Kylie Jenner salah satunya. Bila Anda terinspirasi oleh lemari a la Paris Hilton, Kylie Jenner, atau seleb lainnya dan ingin membuatnya, Anda sedang membaca artikel yang tepat. Sekarang Anda bisa mewujudkan impian walk-in closet di rumah Anda.

Apa Saja yang Dibutuhkan untuk Pembuatan Walk-In Closet?

Alat

Alat-alat yang dibutuhkan dalam perencanaan walk-in closet adalah sebagai berikut:

  • Meteran
  • Pensil gambar
  • Kertas atau buku gambar untuk membuat sketsa lemari
  • Pensil tukang
  • Gergaji
  • Mesin bor
  • Palu
  • Kuas
merencakanan walk in closet

Material

Material yang dibutuhkan untuk membuat walk-in closet yaitu:

  • Kayu triplek atau kayu jenis lain yang cocok digunakan untuk lemari
  • Cermin (opsional)
  • Skrup kaca (jika menggunakan cermin)
  • Skrup
  • Paku (opsional)
  • Tatakan ambalan
  • Pipa besi
  • Bracket pipa
  • Engsel sendok (jika lemari berpintu)
  • Rel laci (jika menggunakan laci)
  • Tarikan laci (jika menggunakan laci)
  • Cat, plitur, atau pelapis furnitur seperti Huben Furniture PVC Sheet untuk finishing
  • Lem kayu (jika menggunakan pelapis furnitur)

Persiapan Pembuatan Walk-In Closet

Sebelum membangun walk-in closet, Anda harus mempersiapkan beberapa hal, yaitu:

1. Lokasi

Langkah pertama untuk mempersiapkan walk in closet adalah menentukan lokasi untuk membangun walk-in closet. Entah di ruang tersendiri di dalam kamar, atau di luar kamar.

2. Ukuran

Langkah selanjutnya adalah mengukur:

  • tinggi lemari, sesuai jarak lantai ke langit-langit
  • panjang dinding yang dapat digunakan sebagai lemari, tergantung dengan layout yang diinginkan
  • kedalaman lemari

3. Layout

Untuk merencanakan layout, tanyakan beberapa pertanyaan ini ke diri Anda:

  • Apakah Anda akan menggunakan pintu geser, atau pintu mengayun? Apabila menggunakan pintu mengayun, perlu mengatur jarak lemari ke pintu agar tidak bertabrakan.
  • Apa saja yang akan disimpan di dalam lemari? Hanya baju, sepatu, tas, dan aksesoris; atau benda lainnya?
  • Apakah Anda berencana memasukkan elemen lainnya seperti tempat untuk melipat atau menyetrika pakaian?
  • Apakah Anda telah mempertimbangkan cara untuk mengeluarkan barang-barang yang disimpan di kemudian hari?

4. Desain

desain walk in closet

A. Buat Denah

Buatlah sketsa denah lemari Anda sesuai ukuran yang telah dihitung pada poin sebelumnya dan bentuk ruangan yang Anda miliki. Setelah itu, buat tampak depan dari lemari yang Anda inginkan. Pada sketsa Anda, Anda mungkin perlu memisahkan lemari yang akan dibangun pada tembok di sebrang pintu masuk dengan lemari yang akan dibangun pada tembok samping.

Untuk memaksimalkan ruangan, manfaatkan sudut ruangan. Pada sudut ruangan, Anda dapat membuat lemari untuk menggantung pakaian, lemari sepatu, tempat penyimpanan boneka, dan lain-lain. Jika ingin membangun lemari berpintu atau berlaci, Anda tidak dapat membangunnya di kedua sisi sudut. Arah pintu juga harus diperhatikan agar tidak mengganggu keberadaan lemari di sudut ruangan.

B. Sekat Lemari

Sekarang, Anda dapat menyekat ruangan lemari untuk menyimpan berbagai jenis barang, mulai dari kaos katun, sweater, kemeja, gaun, celana jeans, sepatu, tas, dan masih banyak lagi. Ketahuilah bahwa Sweater berbahan wol, rajutan, dan kaos dapat melar bila digantung. Artinya, Anda harus menyediakan ruangan pada lemari untuk pakaian-pakaian yang dilipat. Sebaliknya, pakaian berbahan katun, linen, celana panjang, blazer, dasi, ikat pinggang, gaun, dan kemeja lebih baik digantung agar tidak ada bekas lipatan. Jangan lupa untuk menyediakan tempat untuk menggantung barang-barang ini.

Ukuran setiap ruang pada lemari harus diperhatikan. Misalnya, tinggi ruang untuk menggantung pakaian pasti berbeda dari tinggi ruang untuk melipat pakaian. Tinggi ruang untuk menggantung gaun juga pasti berbeda dari tinggi ruang untuk menggantung kemeja. Sesuaikan ukuran dan jumlah ruang dengan barang-barang yang ingin disimpan.

Membangun Walk-In Closet

1. Siapkan Ruangan

Siapkan ruangan yang akan dibangun walk-in closet. Bila ruangan sudah pernah digunakan, pastikan lantai bersih dan tidak ada benda yang menggantung atau menempel di dinding. Jika ada, lepaskan benda-benda tersebut.

2. Potong

ukur triplek

Triplek akan digunakan untuk bagian belakang, atas, bawah, samping lemari, serta sekat. Dengan menggunakan gergaji, potong triplek sesuai dengan ukuran yang telah direncanakan.

Bila berencana membuat laci atau lemari berpintu, potong triplek untuk bagian-bagian tersebut sesuai ukuran yang telah direncanakan.

Jika ingin memiliki lemari bercermin, pastikan cermin yang akan digunakan sesuai dengan ukuran yang diinginkan. Gunakan alat khusus potong kaca untuk memotong cermin.

3. Finishing

Aplikasikan cat atau plitur pada permukaan triplek yang telah dihaluskan dan dibersihkan. Jika tidak ingin repot membersihkan cat atau plitur yang berantakan, Anda juga dapat menggunakan pelapis furnitur seperti Huben Furniture PVC Sheet pada setiap permukaan kayu yang akan dibangun menjadi lemari. Gunakan lem kayu untuk memasang pelapis furnitur.

4. Susun

Tandai triplek menggunakan pensil tukang untuk bagian belakang lemari sesuai lokasi sekat. Pasang triplek untuk bagian atas, bawah, dan samping lemari, serta sekat lemari ke triplek untuk bagian belakang lemari menggunakan skrup.

Agar sekat lemari tidak roboh, gunakan tatakan ambalan seperti merk Huben. Kemudian, pasang susunan triplek ini ke tembok menggunakan skrup. Pada setiap langkah ini, gunakan mesin bor untuk memasang skrup. Gunakan skrup dengan jumlah yang sesuai. Jarak minimal antar skrup adalah 40 cm agar aman.

Susun triplek untuk membentuk laci jika ingin memasang laci pada lemari. Gunakan paku atau skrup untuk mengencangkan.

Bila ingin memasang cermin pada lemari, gunakan skrup khusus kaca seperti Skrup Kaca Stainless merk Huben untuk mengencangkan cermin.

5. Pasang Fittings

Langkah selanjutnya adalah memasang fittings pada walk-in closet Anda. Pasang pipa besi seperti Pipa Bulat Besi Chrome Huben pada ruang untuk menggantung baju. Gunakan bracket pipa topi Huben dan skrup untuk memasangnya ke sekat lemari. Pastikan ukuran pipa dan bracket sesuai.

Pasang rel laci seperti Rel Laci Roda merk Huben pada lemari jika ingin membangun laci, atau gunakan Rel Tandem Slow-Motion Push-On Double Extention merk Huben untuk laci yang menyimpan benda-benda lebih berat. Rel laci model ini juga bisa dibuka dengan mendorong laci.

Adapun jenis rel laci lainnya untuk laci dengan barang-barang lebih ringan seperti perhiasan, contohnya adalah Rel Mini Slide 17 mm MS merk Huben. Pasang roda pada laci. Jangan lupa untuk memasang tarikan laci (Tarikan Laci TA-45 Huben) jika Anda menggunakan laci model tarik dan masukan laci pada tempatnya.

Pasang engsel sendok (Engsel Sendok Slide-On MT-0 Lurus merk Huben) pada lemari dan pintunya jika Anda menginginkan lemari berpintu. Gunakan 1 engsel setiap 50 cm tinggi lemari Anda. Artinya, jika tinggi lemari Anda 0-50 cm, gunakan 1 engsel. Jika lemari Anda tingginya 51-100 cm, maka gunakan 2, dan seterusnya.

Diperbarui: 2018-08-08 Dilihat: 62

Comment