Potongan Marmer Menjelma Menjadi Lantai Utuh

Lantai marmer digemari banyak orang karena coraknya yang mewah dan permukaannya yang terasa sejuk meski suhu udara panas. Apakah lantai marmer selalu identik dengan biaya yang tinggi. Mari lihat proyek berikut ini untuk mendapatkan lantai marmer hemat biaya.

Marmer digunakan sebagai salah satu material desain interior untuk membuat sebuah ruangan terlihat indah dan sejuk. Marmer adalah hasil metamorfosis dari batu gamping.

Gaya endogen menghasilkan suhu dan tekanan yang akan mempengaruhi dan mengakibatkan rekristalisasi pada batu sehingga menghasilkan batu marmer dengan strukturnya yang padat.

Mengapa Permukaan Marmer Terasa Sejuk?

Manusia membutuhkan banyak energi untuk menghasilkan panas pada tubuh. Berbeda dengan jenis material lainnya, marmer memiliki permukaan yang padat. Hal ini membuat marmer lebih cepat dalam menguraikan panas yang berasal dari kulit manusia.

Ketika kulit manusia menyentuh objek yang lebih dingin seperti marmer maka energi panas akan berpindah ke marmer dan dengan cepat menghilang. Akibatnya tubuh manusia membutuhkan lebih banyak lagi energi untuk menghasilkan panas.

Disisi lain, marmer akan terus mentransfer dan menguraikan panas yang berasal dari kulit manusia sehingga tubuh manusia membutuhkan waktu yang lebih lama untuk menggantikan panas yang hilang. Inilah yang menjadi jawaban mengapa permukaan marmer tetap terasa sejuk meskipun musim panas.

Material Sisa Potongan Marmer untuk Lantai

Photo by I. Roufopoulou, via archello.com

Salah satu pemilik apartement Marmara yang terletak di pulau Kefalonia, Argostoli, Yunani melakukan renovasi dengan tujuan agar tempat tinggalnya terasa lebih menarik dan terasa nyaman untuk ditinggali ketika musim panas.

Pemilik apartemen menginginkan marmer untuk lantai ruang tamu. Hal tersebut bukanlah hal yang mudah karena penggunaan marmer sebagai lantai akan melebih budget yang diberikan.

Keinginan tersebut berhasil diwujudkan berkat kreativitas dari Area Architecture Research Athens sebagai arsitek yang merenovasi apartemen tersebut. Sebanyak 3 m3 material sisa potongan marmer berhasil dikumpulkan untuk digunakan kembali sebagai material lantai pada ruang tamu.

Terrazzo, Teknik Menggabungkan Potongan Marmer

Photo by I. Roufopoulou, via archello.com

Material sisa potongan marmer yang berhasil dikumpulkan terdiri dari berbagai warna mulai dari sandy brown, sandy red, slate blue dan warna lainnya.

Selain warna yang beragam, material marmer yang berasal dari sisa potongan ini terdiri dari berbagai macam bentuk seperti oval, persegi panjang, segitiga dan masih banyak lagi.

Bentuk oval berasal dari sisa potongan marmer yang digunakan untuk kamar mandi. Sedangkan bentuk segitiga adalah hasil potongan buju sangkar yang bagian ujungnya dipotong sudutnya untuk digunakan sebagai bingkai pada marmer jenis lainnya.

Untuk proses pengaplikasian material sisa potongan marmer pada lantai dilakukan dengan menggunakan teknik terrazzo dengan pola penyusunan mosaik. Agar sisa potongan marmer melekat dengan kuat maka beton dan beton dan quartz-chip dipilih sebagai material pengikatnya.

Sisa potongan material marmer yang digunakan sebagai lantai membuat penggunaan elemen dekoratif dikurangi. Tujuannya agar setiap unsur dalam ruangan bisa menyatu dan terlihat tidak berlebihan sehingga menciptakan tampilan ruangan yang lebih indah.

Istilah

Terrazzo: Penggabungan sisa-sisa material komposit seperti marmer, kuarsa, granit dan bahan lainnya yang disusun dalam sebuah tempat. Agar setiap material melekat kuat maka penggunaan material pengikat seperti semen atau polimer. Penggunaan material pengikat bisa dilakukan dengan memilih salah satu jenisnya saja atau keduanya bisa dikombinasikan.

Batuan Metamorf: Proses perubahan yang terjadi pada batuan dari bentuk lama ke bentuk baru yang terjadi akibat adanya perubahan fisika atau kimia dalam jumlah yang besar. Biasanya perubahan terjadi akibat adanya perubahan suhu yang menjadi tinggi dan tekanan besar dari lapisan batuan yang berada diatasnya.

Gaya Endogen: Tenaga yang berasal dari dalam bumi yang menyebabkan perubahan pada kulit bumi sehingga menyebabkan bentuk permukaan bumi menjadi tidak rata. Proses terjadinya gaya endogen akan mengakibatkan beberapa fenoma alam seperti gempa.

Rekristalisasi: Proses kimia merupakan teknik yang digunakan untuk memurnikan atau melarutkan zat kimia. Caranya dengan melarutkan senyawa yang terdapat dalam sebuah material dengan menggunakan pelarut. Senyawa yang dilarutkan yang disebut sebagai kristal yang terbentuk ketika senyawa endapan keluar.

Diperbarui: 2018-10-01 Dilihat: 132

Comment