Belanja Produk Arsitektur, Interior Bangunan! Diskon ongkir Voucher Rp 50 rb pembeli baru Poin beli online
  • Diperbarui: 19-05-2021

Ingin membuat rumah dengan konsep tampilan beton ekspos tapi bingung cara membuatnya? Apakah menggunakan semen biasa sudah cukup? Masih perlu finishing kah?

Sebelum tren beton ekspos, penyelesaian tahapan konstruksi bangunan umumnya menggunakan material finishing.

Pada lantai biasanya ditutupi dengan keramik. Pada dinding dilapisi dengan cat. Kemudian, pada langit-langit dipasangi plafon.

Tentunya material finishing tersebut berkontribusi terhadap meningkatnya biaya material dan ongkos pengerjaannya.

Di sisi lain, untuk menuntaskan pekerjaan finishing itu, membutuhkan waktu yang tak sedikit.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, belakangan ini muncul konsep finishing yang tampak secara visual belum selesai finishing nya (‘unfinished’).

Konsep ini menampilkan secara apa adanya material beton mentah sehingga disebut sebagai beton ekspos.

Bangunan Dengan Beton Ekspos

Tren Bangunan dengan Finishing Beton Ekspos

Beton ekspos ialah teknik membuat konstruksi beton dengan menampilkan warna mentah material betonnya.

Tampilan warna beton yang tidak homogen ini secara sengaja dibiarkan polos.

Konsep beton ekspos menciptakan impresi yang jujur, sederhana, dan apa adanya dalam bangunan.

Selain itu, beton ekspos memberikan kesan unik karena secara visual tampak belum jadi atau belum selesai.

Beton ekspos ternyata sudah ada sejak waktu lampau. Konsep ini seakan terlahir kembali sebagai respon penyeimbang dari banyaknya bahan bahan bangunan hasil perkembangan teknologi dan industrialisasi 1.

Material dalam Beton Ekspos

Beton ekspos dibuat dengan mencampurkan pasir, agregat, dan semen baik itu semen putih atau semen instan ataupun semen khusus acian sehingga menonjolkan warna material beton itu sendiri.

Beton ekspos selain terbentuk dari pasir, agregat, dan semen, juga dapat dicampurkan fly ash untuk meningkatkan kekuatan tekan beton eksposnya dan meningkatkan ketahanannya terhadap korosi.

Fly ash atau abu terbang ialah material yang mengandung logam berat seperti merkuri dan timbal.

Produk fly ash tersebut dihasilkan dari sisa pembakaran batu bara pada pembangkit tenaga listrik.

Penggunaan fly ash juga dapat mengurangi jumlah penggunaan semen Portland. Hal ini karena fly ash dapat berfungsi sebagai material pengganti semen. 2

Keuntungan Penggunaan Beton Ekspos

Lebih Hemat Biaya

Dengan mengaplikasikan beton ekspos, maka biaya pekerjaan konstruksi akan lebih murah.

Hal ini karena tidak perlu dilakukan pekerjaan finishing, seperti mengecat dinding, memasang keramik lantai, atau menutup langit-langit dengan plafon.

Daya Tahan Tinggi

Dengan menggunakan semen, pasir, dan agregat berkualitas baik, dapat diperoleh beton ekspos yang tahan lama, kuat, dan kokoh.

Selain itu dapat ditambahkan pula zat aditif seperti fly ash dalam campuran beton untuk meningkatkan mutu ketahanan beton ekspos.

Lebih Cepat Pengerjaannya

Finishing dengan beton ekspos dapat mempercepat waktu pengerjaan konstruksi bangunan.

Ini karena tidak dilakukannya proses finishing yang cenderung lama, melainkan langsung diekpos tampilan betonnya.

Mudah Perawatannya

Beton ekspos tidak memerlukan banyak perawatan. Jika ingin membersihkan beton ekspos, maka cukup dengan menggunakan air dan juga alat pembersih khusus.

Berestetika Natural

Warna alami beton memberikan kesan kesederhanaan yang tidak berlebih-lebihan dan jujur apa adanya.

Beton ekspos umumnya merupakan beton yang tidak diwarnai dan lebih menonjolkan tampilan tekstur “mentah” dari betonnya yang diapresiasikan.

Warna beton mentah didapat dari hasil campuran pasir, agregat, semen yang menampilkan khas, namun sudah banyak juga pembuatan beton yang berwarna lain.

Warna netral asli beton mentah ini pun cocok dipadukan dengan berbagai warna elemen furnitur lainnya.

Jenis Material Bekisting

Bekisting merupakan cetakan untuk membuat beton elemen-elemen bangunan sesuai bentuk rencana, seperti dinding, pelat lantai, plafon, kolom, balok, pondasi dan sebagainya.

Untuk membuat beton ekspos, harus digunakan bekisting khusus agar didapat permukaan beton ekspos yang halus dan bagus.

Bekisting dapat terbuat dari berbagai pilihan material, diantaranya kayu, baja, dan aluminium. 3

Bekisting Kayu Multipleks

Bekisting yang terbuat dari bahan kayu sering disebut juga sebagai bekisting konvensional atau bekisting tradisional.

Bekisting jenis ini terdiri dari potongan balok kayu dan papan kayu yang dirangkai dengan menggunakan sambungan paku.

Material papan kayunya terbuat dari kayu olahan atau kayu lapis berjenis plywood atau multipleks.

Multipleks sendiri ada banyak jenisnya, diantaranya multipleks biasa, multipleks poly resin (poly film), dan multipleks film face (phenolic film).

Di antara tiga jenis multipleks tadi, multipleks film face merupakan yang paling cocok untuk membuat beton ekspos.

Hal ini karena, permukaan multipleks film face, baik itu satu sisi maupun dua sisinya, dilapisi dengan lembaran Phenol Formaldehyde Film (45 / 125 gsm) yang membuat hasil permukaan beton licin, halus, dan rata sehingga tidak perlu diaci lagi. 4

Bekisting multipleks film face ini dinamakan juga sebagai multipleks tego film atau phenolic film.

Umumnya bekisting tego film memiliki dimensi panjang lebar 240 x 120 cm dengan ketebalan 12 mm, 15 mm, dan 18 mm.

Material Bekisting Kayu Phenolic

Sementara itu, bekisting poly resin atau dinamakan juga poly bening merupakan multipleks yang permukaannya diberi lapisan cairan poly resin.

Bekisting poly resin memiliki permukaan halus seperti kaca sehingga dapat menghasilkan beton yang halus namun tidak sebaik multipleks tego film.

Bekisting Baja

Bahan logam pun seperti baja juga dapat digunakan sebagai bekisting untuk membuat beton ekspos.

Material Bekisting Baja

Bekisting tersebut biasanya terbuat dari produk plat baja atau besi hollow yang sering dinamakan sebagai bekisting knock down atau bekisting semi sistem.

Bekisting knock down dapat menghasilkan beton ekspos dengan bentuk yang lebih presisi dibandingkan dengan bekisting konvensional.

Di samping bekisting knock down, terdapat pula bekisting sistem PERI yang terbuat dari logam baja.

Bekisting sistem PERI ini sering dipakai pada bangunan besar, misalnya konstruksi terowongan, gedung bertingkat tinggi, dan juga untuk membuat beton pracetak.

Bekisting jenis baja ini dapat digunakan berulang kali sehingga tahan lama.

Namun, sebelum digunakan kembali, bekisting sebaiknya dibersihkan dari sisa-sisa material beton yang menempel akibat pengecoran sebelumnya, supaya kualitas betonnya tetap baik.

Bekisting Aluminium

Dengan inovasi teknologi, aluminium dapat digunakan sebagai bahan pembuatan bekisting untuk menghasilkan beton ekspos dengan permukaan yang halus dan rapi. 5

Material Bekisting Aluminium

Bekisting aluminium juga dapat digunakan berulang sehingga tergolong ramah lingkungan.

Bekisting tersebut dapat digunakan pada berbagai konstruksi khususnya bangunan bertingkat tinggi dengan lantai yang luas serta ukuran dan bentuk beton yang sama.

Teknik Bekisting untuk Membuat Beton Ekspos

Bekisting berpengaruh siginifikan terhadap mutu penampilan beton ekspos agar terlihat rapi dan rata.

Perencanaan Bekisting Beton Ekspos

Permukaan bekisting yang lurus dan rata akan membuat permukaan beton ekspos menjadi rata dan bagus tampilannya.

Sebaliknya, permukaan bekisting yang bergelombang akan membuat permukaan beton ekspos pun tidak rata alias bergelombang sehingga kurang rapi tampilannya.

Perakitan bekisting harus mendapat perhatian khusus agar terdapat ruang yang cukup antara bekisting dan tulangan beton sehingga beton segar dapat mengalir secara bebas memenuhi bekisting.

Bekisting juga perlu diperkuat dan diperkaku agar stabil, rapat, tidak melendut, dan tidak bocor ketika proses pengecoran berlangsung.

Bekisting yang melendut dan tidak kaku dapat menyebabkan hasil warna permukaan betonnya tidak merata dan timbul bintik agregat sehingga memperburuk tampilan betonnya.

Sebagaimana pembuatan beton pada umumnya, pembuatan beton ekspos dilakukan dengan menuangkan beton segar ke dalam cetakan atau bekisting.

Namun sebelum dilakukan pengecoran, bekisting perlu dibersihkan dari kotoran atau debu yang menempel di dinding bekistingnya.

Setelah bersih, bekisting lalu diberikan lapisan minyak pelumas atau release agent.

Minyak pelapis bekisting itu berfungsi untuk mencegah beton dan bekisting saling menempel saat pembongkaran bekisting nantinya sehingga permukaan beton tetap mulus dan halus. Minyak tersebut ada yang berjenis water base dan adapula oil base.

Pembongkaran Bekisting Beton Ekspos

Beton segar yang dituang kemudian akan mengeras di dalam bekisting sehingga tercipta beton ekspos sesuai bentuk dan dimensi bekistingnya.

Selanjutnya dilakukan proses pembongkaran bekistingnya. Ketika beton sudah mengeras, bekisting harus dilepas atau dibongkar dengan hati-hati agar tidak merusak permukaan beton.

Pembongkaran bekisting yang rapi juga memungkinkan bekisting untuk dipakai berulang sehingga dapat menghemat biaya proyek.

Bekisting yang baik tentu dapat menghasilkan beton ekspos yang baik pula serta dapat menjaga tampilan beton ekspos agar tidak berlubang, retak, bergelombang, gompal ataupun keropos.

Teknik Pigmentasi pada Beton Ekspos Warna

Beton memiliki tampilan warna ‘mentah’ yang khas. Namun demikian, beton dapat diubah warnanya sesuai kebutuhan sehingga tampilan beton berwarna-warni.

Ini dapat dilakukan dengan menambahkan pigmen atau zat warna dalam campuran beton sehingga memberikan warna bahannya dibandingkan warna sebagai pelapis atau cat.

Pigmen tadi umumnya berupa senyawa oksida.

Zat oksida besi dapat menghasilkan warna kuning, merah, cokelat, dan turunannya. Sementara itu, kromium dapat memberikan warna hijau. Di sisi lain, zat oksida kobalt membentuk warna biru.

Untuk mendapatkan warna hitam, campuran beton ditambahkan zat oksida besi hitam dan oksida karbon yang dikombinasikan dengan semen pozzolan. 6

Aplikasi Beton Ekspos

Pada prinsipnya, beton ekspos dapat diaplikasikan ke berbagai elemen bangunan, seperti lantai, dinding, dan plafon.

Lantai Beton Ekspos

Lantai Beton Ekspos

Dengan menggunakan beton ekspos, maka lantai tidak lagi ditutupi oleh material tambahan seperti keramik, ubin atau tegel, parket, vinyl, karpet, dan lainnya.

Material lantai beton ekspos tidak lain ialah beton itu sendiri. Lantai beton ekpos dapat menciptakan efek natural yang nyaman.

Sebaiknya lantai beton ekspos diaplikasikan pada ruangan yang tidak terkena air, seperti ruang keluarga dan kamar tidur.

Konsep lantai beton ekspos akan lebih mudah diterapkan di lantai dua karena kebanyakan struktur pelat lantai sudah bermaterialkan beton. 7

Dinding Beton Ekspos

Dinding Beton Ekspos

Dengan beton ekspos, maka dinding tidak dilapisi dengan finishing plamir dan cat, keramik, maupun wallpaper, melainkan dibiarkan terekspos material betonnya.

Dinding beton ekspos memunculkan karakter warna mentah beton.

Hal ini dapat diantisipasi dengan menyediakan pencahayaan yang cukup dengan jendela yang besar, lampu, dan cermin.

Cahaya matahari juga diperlukan untuk mengurangi kelembaban dinding beton ekspos agar tidak tumbuh lumut dan jamur.

Dinding beton ekspos cocok diaplikasikan di semua ruangan, seperti ruang tamu, ruang keluarga, kamar tidur, dapur, bahkan kamar mandi. 8

Langit-Langit Beton Ekspos

Plafon Beton Ekspos

Biasanya, langit-langit ditutup dengan material seperti gipsum, triplek, metal dengan rangka besi maupun kayu.

Dengan menerapkan beton ekspos pada langit-langit, maka dak atau pelat lantai beton dibiarkan terekspos tanpa ada material penutup plafon beserta rangkanya.

Umumnya langit-langit beton ekspos diaplikasikan pada gedung parkir, gudang, area tangga darurat, dan mungkin juga di ruangan lainnya. 9

Tips Perawatan Beton Ekspos

Untuk membuat beton ekspos tetap awet dan bagus, maka perlu dilakukan perawatan. Perawatan beton ekspos tergolong mudah, di antaranya sebagai berikut. 10

Pembersihan Beton Ekspos

Cara untuk membersihkan lantai yang menerapkan beton ekspos cukup dengan menggunakan sapu dan pel seperti biasa. Bisa juga dengan air dan sikat kawat.

Sedangkan pada bagian dinding beton ekspos, pembersihan dapat dilakukan dengan mengelap debu yang menempel.

Pemasangan Objek pada Beton Ekspos

Biasanya untuk mempercantik interior rumah, tembok sering digantungkan lukisan, hiasan, dan pajangan dinding.

Untuk memasang objek pada dinding beton ekspos, perlu dilakukan pemboran dan dipasang fischer terlebih dahulu sebelum memalu paku.

Hal ini untuk melindungi dinding beton ekspos dari retak dan pecah.

Hindarkan Beton Ekspos terhadap Gesekan Berlebihan

Untuk mencegah kerusakan pada beton ekspos, permukaannya harus dijaga agar tidak terjadi gesekan atau benturan benda yang keras.

Perlu dilakukan secara ekstra hati-hati jika mau menggeser barang atau furnitur yang berat dan tajam, supaya tidak terjadi goresan atau retakan yang sulit dihilangkan.

Lapisan Coating Transparan pada Beton Ekspos

Material beton ekspos dapat diberikan sentuhan akhir berupa lapisan coating transparan (pelapis cairan khusus) sebagai finishing akhir.

Coating ini dapat menampilkan tekstur asli dan warna alami beton yang dibiarkan tampak jelas, tidak tertutupi dengan material finishing lainnya.

Lapisan ini juga membuat beton ekspos tahan lama, tahan gesekan, dan mudah dibersihkan. Selain itu, juga melindungi beton ekspos terhadap kelembaban dan cuaca ekstrim.

Lapisan akhir itu biasanya berupa epoxy clear yang dapat diperbarui kembali untuk menjaga mutu beton ekspos tetap dalam performa baik.

Tampil Artistik dengan Beton Ekspos

Teknik dalam membuat beton ekspos cukup sederhana. Alias, tidak memerlukan teknologi canggih untuk membuatnya.

Hanya memang diperlukan ketelatenan dan ketelitian agar tercipta karya beton ekspos yang indah.

Untuk mendapatkan beton ekspos yang baik, pembuatan sebaiknya dikerjakan oleh tukang yang ahli dan berpengalaman disertai skill khusus supaya hasilnya lebih maksimal dan rapi.

Hal ini mengingat pekerjaan beton ekspos erat kaitannya dengan hal kelurusan, kedataran, kesikuan, dan kerapian bidang permukaan.

Perawatan dan pembersihannya pun perlu dilakukan dengan baik agar kerusakan beton ekspos tidak terjadi.

Seiring waktu, beton ekpos kian sering dijumpai di berbagai tempat publik, seperti restoran, kafe, salon, dan kantor co-working space. Rumah tinggal pun juga mulai menerapkannya.

Selain diaplikasikan pada elemen bangunan lantai, dinding, atau plafon, konsep beton ekspos dapat digunakan juga untuk membuat furnitur interior seperti meja dapur dan meja makan.

Selamat mencoba membuat kreasi beton ekspos yang artistik sesuai selera.

Referensi

https://idea.grid.id/read/092331459/mengenal-konsep-unfinished-material-ekspos-dulu-dan-sekarang?page=all). https://betonpedia.com/beton-fa-dan-nfa.html

https://www.pengadaan.web.id/2020/02/bekisting-adalah.html

https://www.rumahmaterial.com/2015/01/3-jenis-multipleks-untuk-bekisting-beton.html

https://economy.okezone.com/read/2016/05/24/470/1396785/ramah-lingkungan-indonesia-harus-beralih-gunakan-formwork-alumunium

https://www.archdaily.com/910825/the-possibilities-of-pigmented-concrete-18-buildings-infused-with-color

https://www.livingloving.net/2019/contributor/decor-inspo-semen-ekspos/

https://www.homify.co.id/ideabooks/4395415/9-tips-mendekorasi-interior-rumah-dengan-dinding-semen-ekspos

https://www.rumahmaterial.com/2016/01/mengenal-plafond-beton-expose.html

https://www.herworld.co.id/article/2019/9/11683-Cara-Mengaplikasikan-Dan-Merawat-Semen-Ekspos

    DMCA.com Protection Status

    Comment