Tanaman Hias Penyerap Kimia Beracun

Beberapa jenis tanaman hias ternyata tak hanya mempercantik interior maupun eksterior ruangan Anda. Tetapi juga memberikan manfaat besar lain yang sangat bermanfaat bagi manusia.

Kimia beracun yang dimaksud ini sebenarnya banyak kita temukan dalam cat, furnitur (mebel), dan juga pada produk-produk pembersih. Namun, tidak semua jenis tanaman hias dapat membersihkan udara. Berikut beberapa jenis tanaman hias yang dapat melakukan hal tersebut:

1. Lili Paris (Chlorophytum Comosum)

Tanaman penyerap kimia beracun yang satu ini sangat disarankan bagi perokok. Selama 24 jam Lili Paris dapat menyerap 88 persen dari formaldehid dan karbon monoksida yaitu zat-zat kimia yang terkandung dalam asap rokok.2

Formaldehid adalah senyawa organik berupa gas tidak berwarna yang memiliki bau menyengat. Paparan formaldehid dalam kadar yang tinggi (melebihi 0,1 ppm) dapat menyebabkan beberapa gejala, seperti: mata berair, rasa panas di mata, hidung, dan tenggorokan, batuk, sesak napas, serta iritasi kulit.3

Sementara karbon monoksida merupakan gas pencemar udara yang sangat berbahaya bagi tubuh. Karbon monoksida mengganggu hemoglobin dalam tubuh, sehingga dapat menyebabkan pengikatan oksigen oleh darah menjadi terganggu.4

2. Crassula Argantea (Jade)

Tanaman hias ini sering dikenal sebagai pohon keberuntungan atau pohon uang. Tanaman penyerap kimia beracun ini merupakan tumbuhan terbaik untuk menyerap zat-zat toluena (bahan kimia dengan aroma yang kuat dan khas) seperti minyak tanah, bensin, cat, ataupun thinner.5

Toluena atau lebih dikenal dengan toluol merupakan senyawa bersifat racun dan bisa membahayakan kesehatan. Paparan konstan dengan senyawa ini bisa menyebabkan kebingungan, pusing, menyebabkan sakit kepala, mengganggu sistem saraf serta mempengaruhi koordinasi tubuh. Seseorang yang menghirup toluena dalam jumlah besar berisiko menderita kehilangan pendengaran, tremor, hingga kehilangan memori.6

Tanaman Kaktus Karibia menyerap senyawa etilbenzana di udara

3. Kaktus Karibia

Kecil-kecil cabe rawit, kaktus ini menghasilkan bunga yang kecil dan tumbuh dengan baik jika terkena banyak sinar matahari.

Kaktus Karibia mampu menyerap etilbenzena di udara.7 Etilbenzena merupakan senyawa berbasis hidrokarbon, seperti bensin dan cat. Kandungan senyawa etilbenzena ini dapat ditemukan pada furnitur, bahan bangunan, produk elektronik, kemasan makanan, produk perawatan taman dan bahkan mainan. Senyawa etilbenzena dikatakan berbahaya karena termasuk dalam satu dari empat serangkai senyawa penyebab kanker pada manusia.8

4. Spathiphyllum Wallisii (Peace Lily)

Peace Lily masuk dalam daftar tanaman rekomendasi NASA. Tanaman penyerap kimia beracun satu ini dapat mengurangi berbagai kandungan kimia beracun di dalam ruangan. Salah satunya adalah Trichloroethylene (TCE).9

Peace Lily menyerap kimia trichloroethylene dan mempercantik ruangan

Trichloroethylene (TCE) adalah senyawa yang mudah menguap di udara dan sering digunakan sebagai bahan pelarut dan penghilang minyak, TCE juga merupakan kandungan yang umum dipakai dalam produk kebutuhan rumah tangga seperti cat, perekat dan penghilang noda.10 Paparan TCE dalam jangka panjang dinyatakan dapat menyebabkan kanker pada manusia oleh National Academy of Sciences.11

Dalam meletakkan Peace Lily, Anda hanya perlu memperhatikan penempatannya. Berdasarkan penelitian NASA tersebut, satu tanaman Peace Lily dalam area ruangan seluas 7960 cm2 (0,89 m) dalam waktu 24 jam dapat membersihkan kandungan Trichloroethylene (TCE) sebanyak 41,392 mikrogram.12

Itulah empat jenis tanaman hias yang tak hanya mempercantik tampilan interior ruangan, tetapi juga membantu Anda dalam membersihkan udara dan menyerap kimia beracun di dalam ruangan. Semoga bermanfaat untuk Anda semua.

Saatnya belanja tanaman hias!


1. Dr. Vadoud Niri, Assistant Professor, Director of Chemistry Graduate Program, Chemistry Department State University of New York at Oswego, Analytical Chemistry Research Lab (ACRL)
2. NCBI (National Center for Biotechnology Information). (1994, April). Detoxification of Formaldehyde by the Spider Plant (Chlorophytum comosum L.). Diperoleh 19 Oktober 2017, dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC159294/
3. Wikipedia. Formaldehida. Diperoleh 20 Oktober 2017, dari https://id.wikipedia.org/wiki/Formaldehida
4. POM (2005, 10 Juni). Keracunan yang Disebabkan Gas Karbon Monoksida. Diperoleh 20 Oktober 2017, dari http://www.pom.go.id/mobile/index.php/view/berita/76/Keracunan-yang-Disebabkan-Gas-Karbon-Monoksida.html
5. National Geographic Indonesia (2016, 28 Agustus). Lima Jenis Tanaman Ini Ampuh Singkirkan Polusi Udara dalam Ruangan. Diperoleh 20 Oktober 2017, dari http://nationalgeographic.co.id/berita/2016/08/lima-jenis-tanaman-ini-ampuh-singkirkan-polusi-udara-dalam-ruangan
6. Bioindustries (2012, 12 Desember). Efek Kesehatan Jangka Panjang dari Paparan Toluena. Diperoleh 19 Oktober 2017, dari http://www.bioindustries.co.id/efek-kesehatan-jangka-panjang-dari-paparan-toluena-dalam-thinner-3244.html
7. American Chemical Society. (2016, Agustus 24). Reducing Indoor Air Pollution With Houseplants-Headline Science [Berkas video]. Diperoleh dari https://www.youtube.com/watch?time_continue=69&v=HdOibycDIA4
8. Inchem. (2000, 21 Agustus). Ethylbenzene. Diperoleh 19 Oktober 2017, dari http://www.inchem.org/documents/iarc/vol77/77-05.html
9. Wolverton, B.C. ?Interior Landscape Plants For Indoor Air Pollution Abatement? 15 September 1989. https://ntrs.nasa.gov/archive/nasa/casi.ntrs.nasa.gov/19930073077.pdf. 20 Oktober 2017
10. GMCKS Prana Indonesia. Kimia Berbahaya di Sekitar. Diperoleh 20 Oktober 2017, https://pranaindonesia.wordpress.com/artikel-3/kimia-berbahaya-di-sekitar/
11. Nation Academies (2006, 27 Juli). News From The National Academies. Diperoleh 19 Oktober 2017, dari http://www8.nationalacademies.org/onpinews/newsitem.aspx?RecordID=11707
12. Wolverton, B.C. ?Interior Landscape Plants For Indoor Air Pollution Abatement? 15 September 1989:10. https://ntrs.nasa.gov/archive/nasa/casi.ntrs.nasa.gov/19930073077.pdf. 20 Oktober 2017

Diperbarui: 2017-10-20 Dilihat: 3854

Comment