Belanja Produk Arsitektur, Interior Bangunan! Diskon ongkir Voucher Rp 50 rb pembeli baru Poin beli online
  • Diperbarui: 25-05-2021

Memiliki lantai cantik adalah elemen dasar untuk mendesain rumah. Sayangnya, lantai dapat mengalami popping/retak karena beberapa faktor. Bahkan setelah perbaikan, muncul masalah baru dari segi estetika.

Seringkali ketika keramik lantai mengalami pecah atau popping, perbaikan cepat sangat dibutuhkan.

Umumnya ada 2 pilihan yang bisa dibuat; mengganti keramik yang pecah saja dengan keramik baru namun tampilan warna belang, atau mengganti semua keramik 1 ruangan dengan biaya lebih mahal.

Kabar baiknya blog ini akan mencoba memberikan tips bagi yang memerlukan ide reparasi keramik yang lebih murah dibandingkan penggantian total, namun tetap menjaga atau bahkan menambahkan nilai estetika dari penampilan keramik baru terpasang.

Namun sebelum menuju tips, mari lihat sepintas tentang masalah awal sebelum masalah baru datang, yakni penyebab pecahnya keramik lantai itu sendiri yang disebabkan karena popping.

Kenapa Lantai Mengalami Popping?

Popping adalah istilah teknis dari lantai yang mengalami keretakan atau menjadi timbul. Biasanya juga diketahui ketika berjalan maka akan terasa lantai yang berongga seperti keropos.

Tentunya untuk menghindari hal tersebut, ada baiknya mengetahui penyebab lantai mengalami popping.

Syarat utama untuk menghindarinya ialah menggunakan material yang berkualitas tinggi dan pengerjaan instalasi yang baik. 1

Instalasi yang Tidak Sesuai Standar

Instalasi lantai yang baik memperhatikan tiga tahapan sebagai berikut. 2

  • Sambungan ekspansi, sambungan dalam pemasangan keramik dengan ruang untuk menerima gerakan.
  • Celah perimeter, ruang antara pemasangan keramik dan bahan sekitarnya.
  • Fleksibel adhesive/grout, perekat dan nat yang memberikan ruang gerak dalam pemasangannya.

Kondisi Cuaca

Bila ketiga hal tersebut sudah terpenuhi maka penyebab selanjutnya ialah dikarenakan kondisi cuaca. Temperatur yang terlalu tinggi dapat menyebabkan ubin memuai.

Hal tersebut akan terjadi bila area kelembapan tinggi yang membuat keramik membengkak atau meletup.

Namun hal ini terjadi, juga dipicu karena masalah pengerjaan yang dimulai dari hal berikut. 3

  • Lantai bawah tidak rata, proses screeding atau persiapan lantai masih kasar.
  • Lantai dasar tidak dibersihkan sebelum pemasangan.
  • Perekat yang digunakan berkualitas buruk.
  • Campuran mortar yang salah, campuran dengan pasir yang berkualitas buruk meningkatkan kemungkinan keretakan.
  • Keramik tidak memiliki tekanan merata, menyebabkan adanya gelembung udara sehingga melonggarkan ikatan mortar.
  • Celah antar keramik terlalu kecil, ketika keramik mengembang maka tidak adanya celah yang cukup membuatnya keluar atau retak.

Umur Pemakaian

Kemungkinan penyebab lain dikarenakan umur pemakaian yang membuat hal ini lumrah terjadi. Keramik yang sudah tua tidak sefleksibel keramik baru.

Keramik tua mudah retak karena lapisan pelindung yang lambat laun mulai luntur. Terjadi karena beberapa hal seperti bahan pembersih, lintasan, dan suhu yang berfluktuasi.

Pada waktunya, keramik tidak dapat mempertahankan penyusutan dan perluasan sehingga akan retak/popping.

Perlu dicatat bahwa keramik yang tidak dipasang dengan benar menjadi tanggung jawab pemasang.

Untuk menghindari hal tersebut, pemasangan keramik perlu dilakukan oleh seorang profesional. Beberapa pemasang bahkan menawarkan jaminan untuk pengerjaannya.

Dalam beberapa kasus, pemasangan yang tidak sempurna biasanya langsung terlihat ketika pemasangan keramik selesai, ada pula yang baru terdeteksi setelah bertahun-tahun terpasang.

Pemasangan yang baik dengan keramik yang berkualitas memungkinkan keramik tidak akan mengalami popping hingga paling cepat adalah mulai dari 10 tahun.

Masalah Baru Seusai Memperbaiki Lantai Popping

Bukan tidak mungkin mengganti satu keramik saja atau setengahnya, tetapi solusi tersebut adalah solusi sementara.

Di lain waktu, popping akan menyebar. Masalah yang sama pada akhirnya akan muncul kembali sekitar 3 – 12 bulan kemudian di area sekitar popping. 4

Berikut juga merupakan permasalahan yang sering kali dijumpai; bagaimana bila stok keramik yang serupa sudah tidak tersedia?

Tentunya ini mengganggu estetika keindahan rumah.

Namun, ada beberapa tips yang mensiasati pemasangan keramik baru agar tidak terlihat mengganggu pandangan dengan keramik-keramik lama disekitarnya.

Ganti Lantai yang Rusak dengan Teknik Mencampur atau Mencocokan

Bagi yang tidak ingin mengeluarkan biaya lebih banyak, tentunya selalu ada pemecahan masalah dengan mengeluarkan sedikit kreativitas.

Masalah lantai popping sebagian dapat dengan mudah diganti dengan mencampur atau mencocokkan keramik yang berbeda.

Hal ini dapat disiasati dengan mengganti keramik popping dengan menggunakan warna yang kontras, atau dengan menggunakan keramik dengan motif.

Perlu diketahui bahwa umumnya keramik popping memiliki pola “linear” ketika terangkat dan pecah.

Pola linear ini bisa dimanfaatkan dengan pemasangan keramik baru yang berbeda sekalian agar terlihat seperti “aksen 1 garis” lantai ruangan yang memiliki desain unik.

Menggunakan Warna Kontras

Keramik Kontras Ketika mengganti keramik, mungkin akan muncul ide untuk mencoba warna baru. Namun apakah ingin mencocokkan lantai dengan nada yang sama atau menggunakan warna kontras?

Warna kontras menjadi pilihan karena memilki sifat yang membaur dengan baik.

Warna kontras seperti namanya menyandingkan satu warna dengan warna lain sehingga menciptakan keharmoniasan warna.

Seperti penggunaan warna hitam-putih, gaya desain ini memberikan kesederhanaan dalam cara yang berani. Warna kontras menambah daya tarik visual.

Jika lantai menjadi titik fokus utama dalam rumah, warna kontras membantu menekankan bagian desain mana yang penting.

Menggunakan Keramik Motif

Keramik Motif Meskipun menjaga konsistensi selalu menjadi hal yang bagus, dan karenanya menggunakan warna yang senada, cara lain dapat menghasilkan kebaruan yakni mencampurkan motif dapat membuat ruangan menjadi lebih hidup.

Keramik motif ini juga dapat dicampurkan menggunakan beberapa motif berbeda. Biasanya untuk penghuni yang menyukai desain ekspresif, gaya ini bisa menjadi pilihan.

Motif membumbui lantai keramik terlihat menjadi ramai, sehingga menjadi sempurna untuk interior dengan gaya vintage.

Menggunakan Variasi Ukuran

Keramik Variasi Keramik berbentuk persegi dan persegi panjang sudah termasuk ke dalam gaya lama.

Sekarang, banyak rumah yang sudah menerapkan keramik dengan bentuk lain, seperti segi enam/hexagon, diagonal atau dengan mencampurkan berbagai ukuran seperti mencampurkan 1 pc 60x60 dengan 4 pc 30x30.

Tren modern ini memberikan plihan baru untuk membangun desain sederhana namun tetap tidak menjemukan.

Keramik dengan berbagai macam ukuran menjadi unik sehingga dapat menarik perhatian baik di lantai atau di dinding.

Memperbaiki Sekaligus Mempercantik

Tampilan keramik belang setelah reparasi akibat perbedaan warna keramik baru dan keramik lama bisa meninggalkan kesan yang tidak mengenakan pandangan.

Kalau bisa memperbaiki keramik pecah dengan cara menggunakan warna keramik baru kontras, bermotif, dan bervariatif, mengapa tidak?

Desain keramik mana yang cocok dengan keinginan? Luangkan waktu untuk menentukan apakah warna keramik yang kontras atau bermotif sehingga hasil akhir lantai yang didapatkan tidak belang dan tetap menarik.

Referensi

https://www.channelnewsasia.com/news/singapore/what-causes-floor-tiles-to-suddenly-pop-hdb-cold-9862852

https://uwoodcraft.com/how-to-fix-ceramic-tile-popping-up/

http://sgd-construction.com/what-should-you-do-for-fixing-popping-floor-tile/

https://uwoodcraft.com/how-to-fix-ceramic-tile-popping-up/

    DMCA.com Protection Status

    Comment