PT Wastu Kontraktor Hutama

Sawit RT 3 Panggungharjo Sewon Bantul Yk 55188
Bantul 55188 Yogyakarta
(62) 0274 4221713
08562882464
Kirim Pesan
Iwan St
Jasa Bangun Rumah, Kontraktor/Kontruksi, Bangun/Rancang Jawa, Minimalis, Klasik, Desain Sipil Arsitekture, RAB, Pemborong, Jasa Bangun/Renovasi Rumah, Perumahan, Ruko, Villa, Gudang, Pabrik, Ho, Resort, Asrama/Pondokan, Wisma, Swalayan, Di Jogja ( Yogyakarta )
Rumah jawa /modifikasi:

Prinsip dasar perencanaan:
1. Keseimbangan
2. Irama
3. Tekanan / point of interest
4. Skala
5. Proporsi
6. Urut-urutan
7. Unity/kesatuan

Bentuk atap dasar dan organisasi ruang menyesuaikan kebutuhan

1. Joglo ( atap joglo )
2. Limasan ( atap limasa )
3. Kampung ( atap pelana )
4. Panggang pelancip/Tajungan
5. Kombinasi

Finishing Dinding Menggunakan Batu Alam dan Bata Tempel Dan Model Jendela Yang Khas Rumah Jawa Dengan diilhami budaya dan perhitungan jawa, perpaduan bentuk-bentuk geometri yang tidak uasang sepanjang zaman seperti karya-karya besar pada zaman dahulu yaitu misalnya: piramida, candi borobudur, keraton dan lain-lain sampai bangunan pada masa kini seperti: mall, kantor pemerintahan pada saat-saat ini dan Ilmu feng-sui. Finishing Dinding Menggunakan Batu Alam, Model Atap Konsol Dengan Lisplank Berpola Yang Sangat Khas Rumah Jawa Pembangunan didaerah tropis seperti di Indonesia sebaiknya juga mempertimbangkan iklim, arah angin, arah sinar matahari, dan pengaruhnya secara Fisika Bangunan yaitu:

1. Atap terbaik menggunakan tritisan untuk melindungi bangunan dari pengaruh cuaca, dimana dinding mudah rembes / berjamur.

2. Atap joglo sebaiknya untuk bangunan 1 lantai sedangkan untuk 2 lantai atau lebih menggunakan atap limasan, dikarenakan kalau atap joglo terlalu tinggi rawan terkena terpaan angin.

3. Untuk dinding yang berhubungan langsung dengan struktur yang berada didaerah basah/ tanah (1m dari lantai), kamar mandi, dinding yang terterpa hujan secara langsung: sebaiknya menggunakan spesi /adukan trastram (1pc:4ps) supaya kedap air. Sangat dihindari menggunakan spesi dicampur kapur tohor maupun mel (batu putih yang dihaluskan) karena bersifat kapilerisme, seperti sumbu menyerap air kedalam dinding. Dinding menjadi basah, warna cat jadi pudar, timbul kerak dan jamur.

4. Struktur bisa menggunakan beton bertulang maupun baja tetap cocok, kecuali didaerah pantai hindari menggunakan baja secara langsung /terkena angin laut mengakibatkan mudah korosi

Untuk type2 rumah yang lain silahkan hubungi kami

Terimakasih

Komentar